Kelompok Study Konservasi Gelar Seminar tentang Perubahan Iklim

KUNINGAN (MASS) –Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Study Konservasi (UKM KSK) Uniku menggelar Seminar Nasional pada Kamis (16/1/2020) di Student Center Imam Hidayat Uniku.

Seminar nasional yang diikuti 200 peserta dari Jakarta, Jogjakarta, Jawa tengah bahkan palembang tersebut mengusung tema “Tantangan dan Upaya Konservasi Terhadap Perubahan Iklim” .

Ketua Pelaksana Fakhri Dwisandi mengatakan perubahan iklim yang cukup derastis ini perlu disikapi dengan baik. Oleh karenanya, seminar di akhir kepengurusan ini mengusung topik tersebut.

“Setiap tahun, di akhir kepengurusan kita memang rutin menggelar seminar. Semuanya dengan topik yang berbeda,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Direktur Inventari Gas Rumah Kaca Dr Joko Priyatno, Kepala Seksi Bidang Monitoring dan Pelaporan Dr Wawan Gunawan serta dari Hutan Itu Indonesia (ID) Lis Utami.

“Perubahan iklim yang cukup derastis ini, terkadang membuat sesuatu yang biasanya tidak terjadi (normal), malah terjadi,” ujar Fakhri.

Dalam seminar tersebut, selain dipaparkan materi soal adanya ketidak biasaan dari perubahan iklim, dipaparkan juga di awal kegiatan pengamatan KSK tentang Raptor Migran, migrasi burung oleh salah satu anggota, Nurul M G.

Dari pengamatan KSK di tiga titik wilayah kabupaten Kuningan, tepatnya Panenjoan, Cibeureum dan Batuluhur, ada penurunan raptor migran yang cukup signifikan sejak tahun 2016.

“2016 data Raptor yang imigran mencapai 3527 individu, Tahun 2017 sebanyak 1012 individu, Tahun 2018 1069 individu, dan Tahun 2019 mejadi 213 individu Raptor,” papar Nurul dalam presentasinya.

Raptor Migran sendiri meliputi Elang Alap Cina, Sikep Madu Asia, Elang Alap Jepang, dan masih banyak Raptor yang tidak diketahui jenisnya. Digambarkannya, kemungkinan hal tersebut bisa berdampak dari berbagai hal, termasuk perubahan iklim.

“Bisa juga karena semakin berkurangnya pakan di daerah Kuningan, karena hutannya tambah sedikit misal. Atau juga insiden kebakaran hutan, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri,” jelasnya.

Acara seminar dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Adhya M Si. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 pagi tersebut, juga diisi dengan pameran foto satwa yang dilindungi di Kuningan, khusunya di Gunung Ciremai. (eki)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com