Jangan Urus Taman Dulu, Tapi Perhatikan Warga yang Butuh Air

KUNINGAN (MASS) – Kekeringan terjadi dimana-mana termasuk di Kabupaten Kuningan. Melihat kondisinya yang semakin parah dimana banyak wilayah yang mengalami kekeringan, akhir para mahasiswa angkat bicara.

Salah satunya adalah  Presma Uniku Fery Rizkiana Tri Putra. Didampingi oleh Mentri Lingkungan Hidup BEM Uniku Asep Triana meminta kepada pemerintah untuk fokus mengatasi masalah ini.

“Melihat situasi musim kemarau kali ini, sungguh ironis rasanya jika Pemkab Kuninga hanya terfokus terhadap revitalisasi Taman Kota  Kuningan,” jelasnya, Minggu (20/10/2019).

Dikatakan, seharusnya ketika melihat hal ini, pemerintah wajib untuk tanggap mengatasi dan menemukan solusi dalam menindaklanjuti krisis air yang terjadi di Kuningan Timur, karena masalah ini lebih utama dibandingkan revitalisasi taman  jika dilihat dari fungsi dan manfaatnya terhadap masyarakat.

“Bisa saja kita salurkan air sekarang esok lusa pasti butuh lagi. Maka dari itu perlu adanya solusi yang tepat dan konsisten dari Pemda melalui intansi terkait yakni BPBD, PUPR dan PDAM serta peran dari DPRD Kabupaten Kuningan dan juga tak lupa Perum Perhutani KPH Kuningan,” tandansya.

Diterangkan, musim kemarau yang terjadi pada tahun 2019, mengakibatkan sedikitnya lima kecamatan yang mengalami kekeringan khususnya di daerah Kuningan Timur. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Kuningan, kurang lebih terdapat 11 Desa yang terdiri dari Lima Kecamatan terdampak krisis air.

Adapun 11 Desa tersebut diantaranya, Desa Cihanjaro, Simpayjaya dan Sukasari Kecamatan Karangkancana, Desa Cileuya Kecamatan Cimahi. Lalu,  Desa Baok Kecamatan Ciwaru, Desa Giriwaringin Kecamatan Maleber, Desa Cibulan dan Legok Kecamatan Cidahu, Desa Kertayasa dan Kertawana Kecamatan Kalimanggis.

Berdasarkan Informasi dari BMKG musim hujan diperkirakan turun di Bulan November mendatang. BPBD sendiri sudah menyalurkan air bersih sebanyak 1,3 juta liter dan memang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Desa terdampak.

BEM Universitas Kuningan beserta Lembaga Universitas Kuningan turut serta menyalurkan air bersih sebanyak 32.000 liter ke tiga desa di dua kecamatan yakni di Desa Winasaraya , Desa Kertawana Kecamatan Kalimanggis serta Desa Cileuya di Kecamatan Cimahi.

Ini merupakan kasus yang sangat serius, terlebih bagi Pemda Kabupaten Kuningan untuk terus membantu memasok air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan memberikan solusi untuk menghadapi masalah ini, entah itu membuat sumur bor ataupun solusi lain.

Di Desa Cileuya sendiri, khususnya di Blok Calincing sudah dua bulan terakhir ini warga mengeluhkan dengan terjadinya krisis air bersih. Sungguh ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas warga.

Dari keterangan perangkat desa Mukhlis ada 500 KK yang merasakan dampak kekeringan. Ia juga menyebutkan sumber mata air yang ada itu berada di Kawasan Perhutani dan sekarang semakin menyusut debit airnya.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com