Inilah Kreatifitas Seni Siswa SMK Samiudin Cipakem

KUNINGAN (Mass) – Beragam kreatifitas seni dan budaya yang ditonjolkan siswa SMK Samiudin Plus Cipakem Maleber Kuningan patut diapresiasi. Pasalnya, mereka menorehkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa dalam sebuah lukisan, puisi kebangsaan, hingga menceritakan dongeng menggunakan bahasa Indonesia.

Kesan kreatifitas siswa SMK Samiudin Plus Cipakem ini sarat akan makna kebangsaan, dalam rangka refleksi Sumpah Pemuda sekaligus memperingati bulan Bahasa. “Kegiatan ini mengusung tema bagaimana menciptakan generasi muda yang berbahasa dan bersastra. Karena itu, dalam kesempatan ini kami menggelar lomba cipta puisi, deklamasi puisi, dan dongeng Bahasa Indonesia bagi siswa SMP/MTs dan SD/MI,” ucap salah seorang guru SMK Samiudin Plus Cipakem Maleber Kuningan Ipan Nurhakim kepada awak media usai kegiatan berlangsung, Selasa (1/11).

Tak hanya itu kata Ipan, acara itu diisi juga dengan pameran puluhan lukisan hasil coretan tangan siswa dan siswi SMK di lingkungan sekolah untuk diapresiasi oleh seluruh peserta lomba dan tamu undangan. Untuk memberikan tontonan dan hiburan, pihaknya juga menampilkan pertunjukan seni peran oleh siswa-siswinya yang aktif dalam kelompok Teater Kontras, sebagai salah satu teater yang ada di SMK Samiudin.

“Pementasan kali ini membawa lakon Junaedi dan Juntini, yang menceritakan sepasang kekasih dalam memiliki komitmen kuat untuk menjaga hubungannya. Ini suguhan bagi penonton yang sangat menarik selain pameran lukisan, semoga kegiatan itu mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia,” terangnya.

Diharapkan, seluruh civitas akademik SMK Samiudin maupun peserta lomba agar mampu menjunjung tinggi  Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dan siap menjadi warga negara yang menghargai serta sadar akan ruang lingkup sejarah yang dirintis oleh para pahlawan. Setidaknya, mampu mengapresiasi dan menggali minat bakat serta potensi yang mereka (peserta) miliki tentang bahasa dan sastra Indonesia.

”Semoga bisa menanamkan semangat sumpah pemuda sejak dini juga,” tandasnya.

Sementara Kepala Sekolah SMK Samiudin Plus Usman Yusuf mengatakan, saat ini banyak oknum anak bangsa yang merusak Bahasa Indonesianya sendiri. Hal itu misalnya tindakan-tindakan yang dilakukan dengan menggunakan bahasa sendiri (gaul-red) ketika mengisi kegiatan dan situasi formal.

”Ya, alih-alih mengapresiasi bahasa resmi milik bangsa, melainkan itu berpotensi merusak dan mengabaikan Bahasa Indonesia. Kami bekerjasama dengan pondok pesantren untuk merawat tadisi, kami buka kelas teater dan seni lukis, dan Insyaallah kami buka ekstrakulikuler voli sebagai olahraga rakyat yang paling diminati di wilayah kami,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, selain fokus membina generasi muda yang ahli di bidang perkantoran dan komputer sebagaimana program studi yang ada di sekolah itu, pihaknya juga serius membekali siswa-siswi dengan tiga hal lainnya. Mulai dari bidang keagamaan memalui tradisi ngaji kitab kuning di pondok pesantren, apresiasi bahasa dan budaya melalui seni lukis dan teater, dan pembinaan bidang olahraga. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com