Edisi Hari Anak: Beda Dulu, Beda Sekarang

KUNINGAN (MASS) – Hari Anak Sedunia yang jatuh pada Rabu (20/11/2019) menuai beberapa respon dari pegiat yang dekat dengan dunia anak. Salah satunya dari Andi Permana, seorang guru di salah satu SD di Kuningan ini menyebut fenomena anak zaman sekarang memang berbeda dengan masa kanak-kanaknya dulu.

“Anak-anak sekrang mah, mainnya banyak di rumah, apalagi kan sekarang banyak game game, dari playstasion, gadget juga, dulu mana ada,” ujarnya pada kuninganmass.com, Rabu (20/11/2019) malam.

Menurut Andi, kemajuan zaman merubah banyak hal, sehingga kepribadian anak juga menjadi berbeda dari generasi ke generasi. Andi mengamini fenomena tersebut sebagai imbas pergeseran zaman.

“Kalau dulu kan kita mainnya di luar ya, permainan tradisional lah biasa, bareng-bareng, kalo gak banyakan gak bisa main. Sekarang mah banyaknya sendiri-sendiri, asyik di dunia maya,” tambah Andi sambil mengenang masa lalu.

Terpisah, seorang konelor, Aat Hayatul Mubasyaroh juga menyoroti perkembangan anak dari segi psikolog, dirinya menyebut perkembangan anak harus terus diperhatikan orang tua.

“Zaman memang bergeser, kebutuhan dan keinginan anak juga berubah, tapi tetap, peranan orang tua akan sangat menentukan bagaimana si anak tumbuh kembang anak sesuai tingkatannya,” ujar sarjana konseling islam tersebut.

Aat juga menyebut, pemantauan anak memang memiliki cara tersendiri. Jangan sampai pemahaman yang berlebihan malah membuat anak seperti terpenjara.

“Yang penting orang tua terus bisa mengetahui gimana kecerdasan intelektual anak, emosionalnya, motoriknya, dan yang terakhir komunikasinya,” ucapnya.

Sarjana lulusan IAIN Cirebon tersebut menyebut, hal penting lainnya yang harus diterapkan pada anak adalah memancing anak untuk mengetahui hal baru.

“Bagus kalau anak terus ingin tahu hal baru, biar terus menambah tahu, tapi tetap orang tua harus bisa memantau” pungkasnya. (eki)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com