Satu-satunya Beras Organik di Kuningan yang Sudah Terverifikasi

KUNINGAN (MASS) – Hari ini, kesehatan menjadi prioritas banyak orang. Apalagi di masa pandemi. Selain menjaga pola kebersihan, pola hidup dan makanan pun jadi faktor penting.

Tapi ternyata, beras organik sebenarnya sudah dikembangkan sejak beberapa tahun belakangan. Beras organik, salah satunya diproduksi atas pembinaan dan pergerakan kelompok tani Mekarsari II, Desa Jatisari Kecamatan Subang, Kuningan.

Penyuluh pertanian UPTD Kecamatan Subang, Nono menyebut beras organik kelompoknya, adalah satu-satunya di Kuningan yang sudah tersertifikasi.

“Sertifikasi oleh LSO INOFICE,” ujarnya pada kuninganmass.com beberapa waktu lalu sembari menunjukan draft sertifikasi.

Beras organik sendiri, dijelaskan Nono, memiliki pola tanam dan masa panen yang serupa dengan sawah pada umumnya. Hanya saja, tidak ada campuran bahan kimia (seperti Urea) dalam pertumbuhannya.

“Lebih sehat tentu, disimpan juga lebih awet. Saya pernah simpan juga sudah setahun masih bagus, tidak robah,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam menanam padi sehat tersebut, yang digunakan adalah varietas sintanur dan dikembangkan (dibibitkan) sendiri. Biasanya, kelompok menggunakan pupuk organik dari pupuk kandang.

” Awalnya ya bertahap. Kimianya dikurangi, dicampur organik. Lama-lama dosis organiknya ditambah. Kalo dari tanah yang biasa kimia, mau berubah langsung ke organik juga gak papa. Tapi ya pasti hasil panennya menurun,” tuturnya.

Proses dan legalitas organik memang diperhatikannya dengan sangat seksama. Hal itu untuk menjaga kepercayaan.

Apalagi, pasar beras organik sendiri, sementara masih kalangan menengah keatas. Harganya pun memang berbeda. Untuk 1 kg beras, bisa mencapai Rp. 25.000,-.

Namun, diakui Nono, saat ini pasarnya sudah mylai terbentuk secara luas. Karena secara rasa, selalu enak dan pulen. Lebih padat. Penyimpanan awet. Serta yang palimg penting, lebih sehat. (eki)