Masjid Bangkitkan Ekonomi Umat, Berikan Modal UMKM Tanpa Jasa Bunga

CIREBON (MASS) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cirebon kembali menggulirkan programnya dengan basis masjid. Kali ini, sasarannya adalah UMKM, yang dianggap sektor ekonomi paling terpengaruh oleh pandemi.

ACT bersama Global Wakaf, berusaha hadir membantu persoalan para pelaku usaha UMKM dengan meluncurkan Program Wakaf Modal Usaha Mikro.

Peluncuran program, dilaksanakan di Masjid Baiturrohmah, Desa Kondangsari Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon pada Jum’at (18/9/2020) dengan tema ‘Masjid Bangkitkan Ekonomi Umat’.

Kepala ACT Cirebon, Ade Rully berharap program ini bisa hadir ditengah-tengah umat melalui masjid-masjid.

“Ditengah kondisi ekonomi yang sangat terganggu akibat pandemic covid-19 ini, kami ingin menjadikan masjid sebagai pusat kebangkitan ekonomi umat,” ujarnya.

Bukan hanya menjadi tempat untuk beribadah, tapi sebagaimana zaman Rasulullah Masjid juga menjadi pusat pendidikan atau tempat orang belajar.

“Selain itu juga menjadi tempat distribusi bantuan zakat, infaq dan sedekah,” ujarnya.

Dijelaskan Ade Rully, Wakaf Modal Usaha Mikro adalah program bantuan berupa pinjaman modal usaha untuk para pelaku UMKM yang terdampak musibah pandemi atau mengalami kesulitan mendapatkan modal usaha dengan akad Qordhul Hasan.


Modal usaha yang dipinjamkan, hanya akan dikembalikan secara utuh, tanpa dibebani beban jasa atau bunga sepeserpun.

Besarnya pinjaman antara Rp1 juta hingga Rp 2 juta dengan jangka waktu 3 hingga 12 bulan.

Selain diberikan pinajaman modal, peserta juga diberi edukasi motivasi hidup dan penguatan spiritual.

“Untuk tahap awal peluncuran program ini, program diberikan kepada 10 pelaku usaha yang sebagian berada disekitar masjid,” ucpanya.

Mereka adalah pedagang cemilan, bakso, burger keliling dan lainnya. Adapun total dana yang digulirkan senilai 20 juta rupiah.

Selain menjaga para pelaku usaha dari jeratan utang rentenir, Ade Rully berharap WMUM juga dapat mengembangkan perekonomian dan memakmurkan masjid.

Adapun Masjid Baiturrohmah Cirebon ini, dikatakan Ade, adalah masjid yang pertama dan akan menjadi percontohan untuk diterapkan di masjid-masjid lainnya.

Turut Hadir dalam kegiatan ini, Didi Sunardi yang mewakili pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah Jawa Barat. Didi sangat mengapresiasi program-program ACT yang sudah dijalankan selama ini.

Dikatakan, ACT sudah banyak berkolaborasi dengan masjid dalam setiap programnya. Seperti lumbung sedekah pangan, juga display air minum wakaf gratis yang sudah berjalan.

“Maka dengan program Wakaf Modal usaha Mikro ini, kami yakin Slogan DMI Masjid Berdaya, Jama’ah Sejahtera akan bisa terwujud,” pungkasnya. (eki)