Di TPA Ini Disediakan Kelas Tunanetra

KUNINGAN (MASS)- Ada sesuatu yang berbeda dari Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Rumah Sahabat Qur’an dalam kegiatan belajar mengajar. TPA yang terletak di Jalan Oto Iskandar Dinata, Lingkungan Kabumen, Kuningan ini, setiap hari Rabu selalu dipenuhi orang-orang dewasa yang belajar Al Qur’an.

Sesuatu yang berbeda ini tampak jelas setelah mengetahui bahwa orang-orang dewasa yang belajar Al Qur’an di TPA itu adalah para penyandang disalibitas penglihatan alias tunanetra.

Mereka adalah para penyandang tunanetra yang tergabung dalam Komunitas Tunanetra Nurul Qolby. Setiap hari Rabu, mereka mengaji bersama .

Penggagas dan pendiri TPA Sahabat Qur’an, Drs H Ikhsan Marzuki, MM, menuturkan kegiatan pengajian tunanetra ini berawal dari obrolan penyandang tunanetra. Mereka mengaku yang seringkali kesulitan mencari tempat untuk mengadakan kegiatan silaturahmi diantara anggota komunitasnya.

“Berawal dari obrolan itu akhirnya kami sepakat untuk memanfaatkan TPA Rumah Sahabat Qur’an sebagai tempat untuk silaturahmi antar anggota komunitas penyandang tunanetra, dengan catatan sekalian diisi dengan acara mengaji bersama,” jelas Ikhsan.

“Gayung bersambut, akhirnya masing-masing pihak sepakat, bahwa kegiatan silaturahmi dilakukan sekaligus dengan pengajian bersama antar anggota komunitas tunanetra. Tanpa terasa kegiatan ini sudah berjalan di lebih dari setahun,” lanjutnya.

Ikhsan menjelaskan, dalam perjalanannya kegiatan-kegiatan mengaji kelas tunanetra ini telah membuka mata banyak pihak untuk turun tangan ikut terlibat bersama. Tentu dalam upaya meningkatkan pendidikan karakter melalui jalur non formal.

“Ada yang membantu menyediakan Al Qur’an braillenya, ada yang menyediakan makannya, ada yang memberikan infaq dan sodaqahnya secara langsung kepada anggota tunanetra ini, maupun dukungan lainnya,” papar Ikhsan.

Ikhsan berharap, langkah kecil menyediakan tempat dan membuka pengajian kelas tunanetra ini semoga bisa diikuti oleh pengelola TPA-TPA lainnya.

Menurut Ikhsan, masih banyak saudara-saudara penyandang tunanetra di Kuningan ini yang membutuhkan perhatian dan pembinaan, khususnya para penyandang tunanetra anak-anak dan remaja yang saat ini belum bisa tersentuh oleh TPA Rumah Sahabat Qur’an.

“Mudah-mudahan ke depan, kelas tunanetra di TPA Rumah Sahabat Qur’an ini bisa juga menyentuh kelas anak-anak dan remaja tunanetra,” harapnya.
(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com