Doakan Perpustakaan Desa Pasayangan Bisa Juara Tingkat Jabar

KUNINGAN (MASS)- Dalam upaya menyukseskan program Kuningan Bercahaya (Belajar dan Membaca Sepanjang Hayat) pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan  terus mendorong berbagai kegiatan yang salah satunya mengikutsertakan Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini  diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan  dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2019. Adapun peserta yang diusulkan melalui tahap pertama pemberkasan yaitu  Perpustakaan Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung.

Selain itu, juga Perpustakaan Desa Nanggerangjaya Kecamatan Mandirancan dan Perpustakaan Desa Pasayangan Kecamatan Lebakwangi. Ternyata dari tiga yang dikirim nama yang disebut terakhir masuk nominasi tujuh besar.

“Alhamdulillah dari hasil verifikasi pemberkasan Perpustakaan “Jendela Dunia” Desa, Desa Pasayangan  ditetapakan nominasi 7  besar lomba perpustakaan desa dari 27 kab/kota di Jawa Barat,” ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan Drs H Ucu Suryana MSi, yang didampingi Pustakawan Ahli Pertama H Usmadi  S Ikom.

Diterangkan,  pada Senin  (20/5/2019) telah diadakan recheking/penilaian lapangan oleh Tim Penilaian Independen dari Provisi Jawa Barat. Dalam kesempatan itu juga hadir kepala desa beserta ketua peserta jajaran pengelola perpusdes.

Adapun yang menjadi obyek penilaian adalah adminitrasi perpustakaan, layanan serta inovasi kegiatan perpustakaan yang telah dilaksanakan, yang menonjol dari penilaian untuk perpustakaan desa ini yaitu perpustakaan berbasis digital yang merupakan hasil karya pengelola perpustakaan desa itu sendiri.

Diharapkan dengan penilaian ini Perpusdes Pasayangan bisa terpilih yang terbaik sehingga bisa mewakili Provinsi Jawa Barat ke tingkat Nasional yang diselenggerakan oleh Perpustakaan Nasional RI .

“Kegiatan ini rutin tiap tahun diadakan oleh Dispusipda Jabar, tentu untuk memotivasi para pengelola perpustakaan untuk menjadi perpustakaan yang kegiatan atau perpustakaan yang berbasis inklusi sosial yang berimpact pada masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Diterangakan, semua ini dalam rangka mentranformasi perpustakaan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komputer seiring dengan kebutuhan masyarakat saat ini.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com