Dibangun Dengan Biaya Rp850 Juta-an, Masjid Al-Iklas Diresmikan Bupati

KUNINGAN (MASS)- Setelah dibangun selama 10 bulan, Bupati Kuningan H Acep Purnama, SH MH Meresmikan Masjid Al-Iklas di Lingkungan Lampepayung RT 08/ 08 Kel/Kec Kuningan pada Minggu (29/11/2020).

Selain peresmian juga ada taujiyah yang   disampaikan KH Aam Aminudin MA  yang juga ketau PCNU Kuningan.

Sekadar infromasi, awalnya penitia pembangunan ini merencanakan pembangunan selama 2 tahun. Namun karena takdir Allah bisa selesai dalam 10 bulan.

Hal ini karena panitia dan warga yang memiliki semangat tinggi sehingga pembanguan menjadi cepat. Mereka beramai-ramai memberikan bantuan. Selanjutnya tahap kedua pembangunan TPA dan Sekretariat pemuda.

Sementara itu, awalnya renovasi mushola menjadi masjid dilakukan dari tanggal 15 Desember 2019 sampai bulan Oktober 2020.

Biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp850 juta-an.  Biaya pembangunan mesjid ini terdiri dari sumbangan wajib, sumbangan sukarela warga, koropak yang diambil setiap pekan , sumbangan dari lelang warga, serta dermawan dan donator di lingkungan RT 08/ 08 Lampepayung.

Dengan adanya masjid baru maka, bukan  hanya bisa digunakan beribadah 5 waktu, tapi juga salat Jumat.

Dalam kesempatan ini Bupati menyampaikan rasa bangga dan bahagia, karena pembangunan Al-Ikhlas telah selesai pembangunannya dan akan segera diresmikan penggunaannya.

“Tentunya akan bermanfaat khususnya bagi masyarakat sebagai fasilitas keagamaan yang mendukung kenyamanan proses ibadah dan kegiatan yang mensyi’arkan agama Islam,” ujarnya.

Bupati berharap, semoga kedepan Masjid Al-Ikhlas bisa menjadi salah satu masjid terbaik di Kabupaten Kuningan dan momentum peresmian masjid ini dapat dijadikan sebagai media dakwah untuk memperkokoh komitmen bersama.

Tetu  membangun pembinaan kehidupan beragama secara berkualitas dan menjadikan masjid sebagai pusat berbagai kegiatan penegakan ajaran agama yang suci dengan pondasi aqidah yang kokoh dan kuat.

“Kita sangat maklum peran masjid sangat unggul dan besar sekali kontribusinya bagi penciptaan SDM yang bermutu serta berakhlakul karimah semua itu hendaknya dapat terus dipacu karena tugas pengabdian di hadapan Allah SWT bersifat abadi dan tidak mengenal batas akhir,” ujarnya. (agus)