Di Hari Jadi Kuningan Agum Gumelar Bicara Sampah

KUNINGAN (MASS)- Pada Acara Paripurna Istimewa Hari Jadi Kuningan tanggal 1 September tampak hadir tokoh nasional yang merupakan keturanan Kecamatan Subang Kuningan yakni H Agum Gumelar. Mantan Ketua PSSI ini diberikan kehormatan untuk memberikan sambutan.

Banyak hal yang disampaikan  Jendral TNI (Purn) itu. Salah satu yang cukup membuat tamu undangan terhenyak adalah masalah pernyataanya pencemaran lingkungan dimana banyak sampah-sampah bertebaran di sungai. Kondisi ini tidak pernah ia lihat sebelum tahun 2000-an.

Mantan Menhub di era kabinet Perhubungan itu, tahun betul bagaimana kondisi Kuningan. Sebagai keturunan Subang mertua dari pembulutangkis Taufik Hidayat itu selalu pulang dan tidak melupakan para leluhurnya itu.

“Dulu saya ketika kecil air sangat jernih dan saking bersih selalu mandi. Tapi sekarang air kotor dan sampah dimana-mana sehinga saya sangat prihatian. Saya berharap ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Mengenai sampah menjadi permasalahan besar di Kuningan sudah sering dibahas Bupati Kuningan Acep Purnama. Belum lama ini dalam  menghimbau kepada masyarakat untuk mengingattkan penataan lingkungan di sekitar rumah, terutama dalam menangani persoalan sampah. Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara Pertunjukan Wayang Golek di Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Sabtu (18/8/2018).

Ia menggambarkan jika penduduk Desa Peusing 2.000 jiwa. Satu warga menghasilkan satu ons saja artinya menghasilkan dua kwintal per hari. Belum lagi sampah-sampah lainnya.

“Sudah saatnya kita pandai mengelola sampah, memilah sampah organik dan non organik. Sampah organik jangan disatukan dengan sampah non organik,” kata Bupati Acep.

Menurutnya, sampah organik yaitu sampah yang mudah terurai misalnya ketas, daun-daunan. Sedangkan sampah non organik misalnya plastik, alumininium serta bahan yang mengandung unsur kimia lainnya.

“Mudah-mudahan sampah-sampah yang dikeluarkan dari rumah kita sebelum dibuang ke tempat sampah sudah dipilih dulu, mana sampah organik mana sampah non organik,”harapnya.

Sekedar informasi jumlah sampah yang ada ada di Kabupaten Kuningan setiap hari meningkat. Pada saat harri-hari biasa per hari mencapai 200 ton. Jumlah itu meningkat pada saat Ramadhan menjadi 220 ton. Ternyata jumlah terus naik dan puncaknya pada saat lebaran ini mencapai 250 ton.

Saat ini DLH hanya memiliki 14 armada Dump truck dan 6 armada armrol truk serta 2 alat berat beco di TPA. Dari total 376 desa/kelurahan yanggg ada di Kuningan hanya  48 tempat yang terlayani. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com