Ajat “Semprot” Pekerja Pembetonan Jalan

SELAJAMBE (Mass) – Sepulang rapat dengan para kades dan camat di Aula Kecamatan Selajambe, Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Ir H Jajat Sudrajat MSi meninjau pembetonan jalan. Dia sempat “menyemprot” beberapa pekerja yang kurang banyak menuangkan semen pada adukan.

Dengan gaya semprotannya yang halus, Ajat meminta agar pekerja menambahkan semen di lokasi betonisasi, Tanjakan Johan Cantilan Selajambe. Ia juga meminta pekerja untuk menuangkan batu split pada adukan tersebut. Meski adukan digunakan sebagai dasar beton, namun birokrat yang meniti karirnya dari Dinas PU itu tahu betul adukan tersebut harus dicampur batu split.

“Tambah lagi semennya pak, kurang banyak. Batu split juga masukkan. Ini kok gak ada melon (mesin aduk), manual begini. Mandornya mana mandornya,” tanya Ajat kepada para pekerja yang waktu itu tidak bermandor.

Kepada para pekerja dirinya berharap agar adukan harus seperti itu meski dirinya tidak ada lagi di lokasi. Tidak lama kemudian Ajat melanjutkan peninjauannya betonisasi di titik lain, dekat Batu Hurip. Di sana ia meminta agar alas plastik adukan beton jangan sampai bocor. Itu karena akan memengaruhi kualitas beton.

“Kalau alas plastiknya bocor maka air adukannya merembes dan berpengaruh pada kualitas. Ini tahun kualitas sehingga harus bagus, baik pembetonan maupun penghotmikan,” tandasnya.

Dalam menerangkan teknis, sebelum dilakukan pengecoran (betonisasi), di bawahnya diberikan adukan terlebih dahulu sebagai dasar. Adukan dasar tersebut membutuhkan campuran semen dan split yang pas, seperti temuannya di Tanjakan Johan Cantilan. Baru setelah itu dilakukan pengecoran.

“Ketebalan betonnya itu 20 cm, sedangkan dasarnya 5 cm. Setelah selesai, didiamkan dulu 21 hari, baru bisa dilalui kendaraan,” terangnya.

Sedangkan untuk hotmik, ketebalan harus minimal 5 cm. Jalan Cipasung sudah dimulai penghotmikan hanya sekitar 100 meter. Sebab sebelum diteruskan harus diambil sampel terlebih dulu untuk uji laboratorium terhadap kadar aspal, berat jenis dan lainnya.

“Kalau sudah oke, penghotmikan baru dilanjutkan. Tapi kalau ternyata tidak oke, terpaksa dihentikan,” tegas Ajat. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com