20 Warga Kurang Mampu Ikuti Pelatihan Kecakapan Kerja

KUNINGAN (MASS)- Perhatian Pemerintah kepada warga kurang mampu agar mendapatkan kesempatan yang sama dibuktikan dengan memberikan pelatihan kepada 20 warga kurang mampu. Pelatihan ini merupakan  kursus/pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Bidang Akuntansi Tahun 2019.

Program pelatihan ini merupakan bantuan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud. Lembaga yang ditunjuk untuk menggelar pelatihan ini adalah LPK Kilat yang terletak di Jalan Otista Kuningan.

Selama tiga bulan mereka akan digembleng tentang ilmu akutansi. Usai beres pelatihan akan ada uji kopetensi bagi peserta didik dan apabila lulus akan mendapatkan sertipikat. Bahkan, peserta itu akan disalurkan ke berbagai tempat kerja.

Pada acara pembukaan pelatihan itu tampak hadir Kasi Dikmas Disdikbud Kuningan Luki Tribayu SE MSi, Ketua Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Fajar Febriansyah SE. Lalu,  Direktur LPK Kilat Syafrudin, dan Penilik Sekolah, Sajam.

” Kami mengajukan 30 orang namun disetujui 20 orang. Mereka peserta kursus berasal dari warga kurang mampu yang tersebar dari berbagai kecamatan di Kuningan. Syarat untuk mendapatkan pelatihan ini adalah masuk kategori usai produktif atau maksimal 40 tahun,” ujar Fajar.

Sementara, Direktur LPK Kilat Syafrudin menyebutkan, mereka akan dilatih oleh dua orang tutor selama 220 jam pelajara atau dalam seminggu ada empat kali pertemuan. Setiap pertemuan adalah 4 jam pelajaran.

“Saya berharap adik-adik belajar yang benar dan memanfaatkan kesempatan ini karena ini berhubungan dengan masa depan kalian,” ujarya.

Sedangkan, Kasi Dikmas Disdikbud Kuningan Luki Tribayu SE MSi menerangkan, masa depan Indonesia ada di tangan kalian semua. Agar mempunyai daya saing maka diberikan bekal salah satunya tentang akutansi.

“Tahun 2045 diharapkan generasi muda Indonesia menjadi genarasi emas. Untuk itu ditangan-tangan kalian semua bisa terwujud. Saya berpesan agar belajar yang benar agar mendapatkan sertipikat sehingga  bisa dijadikan bekal hidup,” jelas Luki yang juga mantan Kasi di Bappenda Kuningan itu.

Ia menyebutkan, yang mendapatkan, program pelatihan memang banyak bidangnya. Selain akuntasi ada bidang kewirausahan. Kebetulan dari 84 LPK yang ada di Kuningan hanya LPK Kilat yang mendapatkan bantuan ini. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com