KUNINGAN (MASS) – Korwil SPPI Kabupaten Kuningan, Nisa Rahmi, menyebut dapur MBG Kecamatan Cigandamekar yang menyuplai menu ke Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon, ditutup sementara.
Hal itu diamini oleh Korwil SPPI Nisa, kala dikonfirmasi kuninganmass.com pada Sabtu (29/11/2025). Penutupan sementara dapur disebabkan adanya puluhan anak yang dilaporkan mual dan mencret, diduga pasca makan MBG. “Iya itu sudah ditutup sementara sampai surat pernyataan dari BGN untuk opsnal (operasional) kembali keluar,” kata Nisa.
Ditanya soal kondisi mereka yang dirawat karena mencret dan mual, Nisa menjawab saat ini kondisinya sudah pulih bahkan kembali ke rumah. “Terkait pembiayaan sudah ditangani oleh pihak SPPG (dapur MBG),” tuturnya.
Dituturkan Nisa, sebetulnya, sehari setelah kejadian, pihak SPPG langsung datang ke sekolah bersama Puskesmas untuk menjelaskan dan memberi arahan. Lantaran, kata Nisa, adanya mencret dan mual itu, diduga karena makanan MBG yang dibagikan di sekolah, justru dibawa pulang ke rumah, serta dikonsumsi pada sore hari.
Sedangkan, lanjut Nisa, sudah diberi himbauan dari sebelumnya, makanan MBG itu harus dikonsumsi saat jam pemberian. “Untuk sekarang ini, informasi dari Ka SPPG dan Puskesmasnya, semua yang terdampak sudah pulih dan sehat kembali. Alhamdulillah,” tuturnya.
Sementara, kala disusul pertanyaan tentang dapur yang melayani lintas wilayah Kabupaten apakah dilarang, diperbolehkan atau memang belum ada aturannya, SPPI belum menjawab secara rinci.
Terpisah, sebelumnya Sekda Kuningan sekaligus Ketua Satgas MBG Kuningan, U Kusmana, juga mengutarakan kekhawatiran perihal lintas kabupaten tersebut. (eki)
