Unjuk Gigi di Annual SAEED National  Competition 2018

KUNINGAN (MASSS)- Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) debat bahasa Inggris Universitas Kuningan (Uniku) atau lebih sering disebut dengan English Debating Society (EDS) menjadi runner up II ( juara ke 3) dalam gelaran Annual SAEED National  Competition (ASNC) pada sabtu (21/04/2018) kemarin. Lomba debate bahasa Inggris tingkat nasional yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung.

Dalam kompetisi tersebut, EDS Uniku mengirimkan dua  tim perwakilannya. Kedua perwakilannya tersebut adalah Nursidik dari program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Ari khaerudin dari Prodi Akuntansi, Vierda Rahmawati dari Prodi Manajemen sebagai team A dengan julukan “My Litle Pony”.

Sedangkan, di tim B di wakili oleh Rere Kiraana dari Prodi PBI, Galang Mahardika dari Prodi PBI dan Adryani S dari Prodi Manajemen yang dijuluki “ Fantastic beast”. Selain mendapat predikat runner up 2, Tim B EDS UNIKU juga mampu menduduki peringkat ke 5 dalam klasemen akhir turnamen serta Nursidik meraih predikat pembicara terbaik (Best Speaker)  dalam kompetisi tersebut.

“Hasil di ASNC ini adalah hasil dari latihan rutin dan panjang yang diikuti oleh anggota EDS sebelum berkompetisi. Mereka bahkan mendatangkan pelatih dari luar daerah sebagai usaha untuk menambah kapasitas dan ilmu sebelum ikut berkompetisi,” kata President EDS Nursidik saat dimintai keterangannya, Selasa (24/04/2018).

Lebih jauh, sambung mantan mahasiswa berprestasi tingkat Kopertis Wilayah IV tahun 2016 tersebut, menjelaskan, bahwa kompetisi ini sebenarnya dijadikan sebagai tolak ukur kesiapan mereka sebelum mengikuti ajang yang lebih kompetitif seperti NUDC yang akan dihelat dalam waktu kurang lebih dua  minggu mendatang.

“Lomba kali ini jadi tolak ukur kesiapan tim EDS, serta menambah jam terbang temen-teman debater Uniku,” sambungnya.

Sedangkan, menurut Ari Khaerudin yang merupakan salah satu anggota dari EDS Uniku. menjelaskan, bahwa latihan yang mereka jalani sebelum bertanding menjadi bekal yang sanggat berharga.

“Latihan adalah modal yang sangat berharga bagi kami khususnya. Ini akan kami jadikan bekal bagi kami sebelum terjun ke kompetisi yang sebenarnya,” jelasnya.

Ditambahkannya, dirinya yang pernah merasakan proses perkuliahan internasional selama kurang lebih 1 bulan di Thailand itu, berharap, semoga bisa kembali meraih prestasi yang bisa mengharumkan namanya, keluarganya, Uniku bahkan Kabupaten Kuningan dan Jawa Barat.

“Semoga, bisa kembali meraih prestasi yang sangat membanggakan. Mohon doa dan dukungannya, semoga ia nantinya bisa berprestasi lagi,” harapnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com