Ujang Tolak Rencana Mendikbud Soal Full Day School

KUNINGAN (Mass) – Ketua DPC PKB Kuningan sekaligus sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, H Ujang Kosasih MSi menolak usulan Mendikbud soal rencana penerapan Full Day School di setiap sekolah. Bahkan, penolakan itu sejalan dengan pernyataan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin yang menolak kebijakan tersebut.

“Pada prinsipnya PKB secara struktural maupun cultural, menolak kebijakan Kemendikbud terkait dengan Full Day Scholl, kita menolak. Kita meminta kepada Mendikbud agar mempertimbangkan kembali rencana pelaksanaan Full Day School, yang konon akan berlaku tahun ajaran 2017-2018,” kata Ketua DPC PKB Kuningan H Ujang Kosasih MSi kepada kuninganmass.com di sekretariat DPC PKB, Rabu (14/6).

Latar belakang penolakan itu lanjutnya, bahwa proses pendidikan itu tidak terlepas dari sebuah kultur dan budaya di daerahnya, khususnya di Indonesia.

“Proses pendidikan itu kan tidak terlepas dari sebuah kultur dan budaya, bagaimana budaya proses pendidikan yang selama ini terjadi di Indonesia. Bagian dalam mengisi pendidikan moral dan pendidikan batiniyah itu adalah melalui kearifan lokal, melalui khasanah keilmuan yang ada di Ponpes,” jelasnya.

Jika proses pendidikan itu dilakukan dengan konsep Full Day School kata Uje sapaan akrabnya, yakni selama lima hari mulai pukul 07.00 pagi hingga sore hari, dikhawatirkan akan memisahkan anak didik dari kehidupan sosialnya, mengurangi kualitas hubungan keluarga dan hilangnya fungsi institusi Madrasah.

“Jika itu diterapkan, maka hilanglah kesempatan anak didik kita untuk bisa mengikuti proses pendidikan di Madrasah Diniyah, hilanglah kesempatan anak didik kita untuk mengikuti proses pendidikan di pesantren-pesantren, yang itu merupakan bagian dari kultur proses pendidikan yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Oleh sebab itu kata Uje, pihaknya menilai proses pendidikan yang akan dilaksanakan dengan konsep Full Day Scholl, akan merusak tatanan proses pendidikan secara kultural yang sudah berjalan di Indonesia.

“Kita lihat coba, anak-anak SD setelah belajar lalu pulang, siangnya itu kira-kira menjelang Ashar atau setelah Ashar, jam 3 atau jam 4 sudah belajar di madrasah-madrasah terkait dengan akhlaq dan pendidikan keagamaan yang lebih kental. Masa proses pendidikan yang sudah bagus seperti itu akan dirusak dengan sistem pendidikan dengan istilah Full Day School, jangan lah, karenanya kami sependapat dengan apa yang sudah disampaikan Ketua Umum kami Cak Imin, bahwa PKB menolak kebijakan pemerintah soal pendidikan dengan sistem Full Day School,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com