Kuningan Wujudkan Sekolah Model Berprestasi

KUNINGAN (Mass) – Komitmen pemerintah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dalam mewujudkan Kabupaten Pendidikan yang telah dideklarasikan pada 2 Mei lalu pantas diapresiasi. Pasalnya, salah satu wujud dari komitmen itu adalah adanya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SMPI) pada sekolah-sekolah model yang tersebar di Kuningan.

“Kepercayaan ini saya titip kepada seluruh kepala sekolah yang menjadi sekolah model, jangan membuat Kabupaten Kuningan malu,” tegas Kadisdikpora Kuningan Dr Asep Taufik Rohman MPd saat menghadiri ekspos sekolah model dengan SMPI di Bandorasa baru-baru ini.

Dikatakan, adanya konsep Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan adalah untuk menjamin anak usia sekolah agar mendapatkan pendidikan yang layak, dimanapun sekolahnya baik informal maupun informal.

“Kemudian yakni untuk menggerakkkan budaya mengaji dan ketiga adalah gerakan budaya membaca. Kami sendiri akan berubah nama menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.

Tak lupa, Kadisdikpora menyampaikan terimakasihnya kepada pihak Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jabar.

Kepala LPMP Jabar Totoh Santosa menyebut, bahwa di Jabar sendiri sebagian besar masih ditemukan banyak sekolah yang belum mengetahui secara pasti tentang standar pendidikan nasional. Karenanya, ada bantuan teknis yang diberikan LPMP terhadap sekolah model dalam penerapan SMPI tersebut.

“Bersama-sama kita akan turun tangan untuk mengembangkan sekolah, khususnya bagi sekolah-sekolah dengan kondisi gedung atau kelas tidak layak. Itu harus dibantu oleh pemerintah, maka pemerintah akan mengalokasikan perbaikan untuk sarana dan prasarana sekolah model,” katanya.

Pihaknya berjanji, kedepan akan terus ada pembinaan bagi sekolah-sekolah model. Hal itu penting, agar nantinya sekolah model itu bisa mandiri dan mampu berkembang dalam melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan.

“Dimana, kepala sekolah harus mampu menyusun program efektif yang mendongkrak standar nasional pendidikan. Sehingga, sekolah model ini didorong untuk memenuhi standar nasional pendidikan,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com