Innalillahi, Gadis Penghafal Qur’an 27 Juz “Dipanggil” Allah SWT

KUNINGAN (Mass) – Hari pertama masuk sekolah bukan saja diwarnai dengan fenomena rebutan kursi dan ditunggui ortunya. Khusus di Ponpes Husnul Khotimah, muncul suasana berbeda. Ini karena salah seorang santri putri yang telah hafal 27 juz Al Qur’an, Azzah Mardhiyah Binti Rahmat Driyarkoro ‘dipanggil’ Allah SWT.

Upacara Senin (17/7) hari pertama masuk sekolah mendadak jadi suasana duka tatkala Mudir ponpes tersebut, KH Moh Sabiqin Lc menyampaikan kabar itu dalam sambutannya. Para guru yang mengikuti upacara terlihat sedih meneteskan air mata.

“Kemarin ada santri kita, walaupun disini guru-guru mencintainya, para pegawai sangat mencintainya, teman-temannya juga mencintainya namun ternyata cinta Allah lebih besar, saat menuju ke Husnul Khotimah, Allah sudah memanggilnya,” ungkap Sabiqin.

Santri yang dinilai santri teladan oleh para ustadzah itu, lanjutnya, semoga ditempatkan di sisi Allah SWT. Karena Rosulullah SAW bersabda, siapa yang keluar dari rumahnya dalam rangka untuk mencari ilmu, dia ada di jalan Allah. Azzah keluar dari rumahnya untuk tholabul ilmi, maka inshaAllah fisabilillah.

“Kita doakan putri kita meninggal di dalam syahid di jalan Allah SWT, amin. Dan kita yang ditinggalkannya hendaknya mempunyai semangat yang sama, sebagaimana beliau menjadi santri teladan, teladan dalam segalanya, dalam belajar, dalam ibadah, dalam kegiatan sehari-hari, baik di kamar, di asrama, di masjid dan dimanapun, marilah kita tiru, marilah kita lanjutkan semangat beliau, kita semuanya,” ajak Sabiqin.

Azzah merupakan santri perempuan asal Depok yang kini duduk di bangku kelas 12 MA Husnul Khotimah. Ia merupakan santri teladan yang sudah mampu menghafal 27 juz Al Qur’an. Sabtu (15/7) malam ketika hendak menuju ke ponpes, mobil yang ditumpangi anggota keluarga terjungkal di Jalan Tol Cipali.

“Abi Azzah cerita katanya malam itu jalan tol rada macet jadi pas plong longgar di tol Cipali langsung tancap gas ngebut. Mungkin karena udah cape dan sedikit ngantuk mobil oleng dan terbalik. Ini murni kecelakaan tunggal, bukan tabrakan,” tutur Ririn, salah seorang guru Azzah.

Saat itu, lanjutnya, Azzah sampai terpental keluar mobil. Tapi anak-anak yang lain, Izzah dan Umar masih ada di dalam mobil yang terbalik. Umar Abdul Aziz, anak kelas 8 di Husnul Khotimah 2 selamat, namum kaki kirinya retak perlu istirahat minimal 1 bulan.

Ririn, sang guru Bahasa Inggris tersebut mengaku iri kepada Azzah yang ditumpahkan lewat media sosial. “Zah, ibu ngiri sama kamu. Bekal amal baikmu sudah banyak. Aktif di ruhiyah, sering kali diminta menjadi imam mesjid, memimpin do’a ratusan jama’ah, setiap hari membersihkan mesjid, ramah, santun, gigih menghafal Al-Quran, gigih belajar mata pelajaran yang ibu ampu,” ungkapnya.

Yang sulit ia lupakan, imbuhnya, Azzah berkali-kali datang ke kamar minta diajarin pelajaran yang tertinggal dan yang belum dipahami. “Bu, malam ini senggang ga? Aku mau belajar yang belum paham,” Ririn menceritakan.

Di lain waktu, Ririn juga menghubunginya. “Bu, maaf yah aku sakit, jadi ga sekolah. Malam ini ibu ada di asrama? Aku mau belajar materi yang ketinggalan, yang tadi dipelajari di kelas,” tutur Ririn.

Azzah juga berkali-kali datang untuk minta koran atau kertas bekas yangg bisa menutupi jika ada najis di mesjid Al-Husna 2. Kertas tersebut untuk menutupi najis di masjid takut terinjak jamaah.

“ltu semua kebaikanmu nak, karena itu Allah lebih sayang sama kamu. Insya Allah bekalmu telah cukup untuk mengantarkanmu ke tempat yang kita semua cita-citakan, syurga-Nya Allah SWT. Saatnya kamu menuai apa yang sudah kamu tanam di dunia. lnsya Allah husnul khotimah dan insya Allah syahîdah, kamu meninggal saat dalam perjalanan menuju tempat kamu mencari ilmu. Aamiin,” doa Ririn. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com