Guru PAUD Curhat ke BI

KUNINGAN (Mass)- Sosialisasi Bank Indonesia dengan tema peran BI dalam memperkuat Perekonomian Daerah di Baraya Covention Hall Desa Ancaran Kecamatan Kuningan benar-benar dimanfaatkan oleh para guru PAUD yang ada di Kuningan. Mereka memanfaatkan hal ini untuk meminta bantuan kepada BI.

Bukan hanya bantuan modal untuk berwirausaha tapi juga pemasaran agar usaha yang sudah digeluti terus berkembang. Seperti yang diutarakan oleh Nurhasanah guru PAUD yang bertugas di Desa Sindang Kecamatan Lebakwangi.

“Semua sudah mengetahui bahwa guru PAUD tidak yang berstatus PNS. Kondisi seperti ini memaksa para guru PAUD mencari tambahan agar bisa menjalankan kehidupan,” ucap Nurhasanah pada acara Sosialisasi Bank Indonesia dengan tema peran BI dalam memperkuat Perekonomian Daerah, Sabtu (22/7/2-17).

Ia sendiri memilih mengembangkan jahe instan dan kunyit instan. Hal ibi berawal dari melimpahnya tanaman jahe dan kunyit dikebun milik keluargnya.

Setelah belajar cara meracik dari berbagai sumber terutama di internet, maka Nurhasanah (43) memulai usaha dan kini usahanya sudah berjalan.

Untuk kendala modal sudah teratasi dengan adanya bantuan KUR. Namun, untuk pemasaran ada sedikit gajalan meski sudah dipajang dibeberapa situs online.

“Yang saya ingin minta dari BI adalah bantuan pemasaran karena kan BI memiliki chanel yang sangat luas,” ucap jebolan Unisa itu.

Sementara itu Kepala BI Kantor Wilayah Cirebon M Abdul Majid Ikram memuji apa yang sudah dilakukan Nurhasanah. Saat ini BI tengah mengembangkan koperasi dan di koperasi bisa dijual apa saja.

“Ruang ini bisa dimanfaatkan oleh ibu dan kami siap membantu. Untuk modal perbankan pasti akan membantu yang terpenting usahanya sudah jelas,” ucap Abdul.

Bukan hanya Nurhasanah, tapi guru-guru yang lain juga “curhat” ingin memulai usaha namun bingun dengan usaha apa yang akan digarap. Selain itu juga kendala modal dan juga sulitnya akses ke perbankan.

Menanggapi hal ini anggota DPR RI Komisi XI H Amin Santono SSos MM menerangkan, untuk memulai usaha itu pasti bertahap tidak langsung melejit. Ia memberikan contoh pelaku usaha yang sukses salah satunya adalah pemilik RS Wijaya Kusumah yang meniti karir dari bawah.

“Semua bisa menjadi pelaku usaha. Hal yang harus dimiliki adalah kerja keras dan bisa menangkap peluang usaha yang tepat,” jelasnya.

Acara yang dipandu Yosa Octora Santono berjalan menarik. Selain berisi dialog juga ada permainan sehingga peserta semangat mengikuti acara. Tampak hadir juga anggota DPRD Provinsi Jabar H Yoyoh Rukiyah dan juga Ketua Himpaudi Kuningan Timu MPd.

“Terima kasih untuk Pa Amin, Ibu Yoyoh, Kang Yosa dan BI telah mengundang kami. Semoga kegiatan ini memberikan ilmu kepada guru PAUD. Sebagai warga Kuningan tentu mengharapkan bantuan dari wakil rakyat baik di daerah maupun di pusat,” timpal Timu. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com