Guru Ditarik Rp100 Ribu, Ada yang Ngeritik

KUNINGAN (MASS) – Kegiatan pengerahan guru dengan menarik biaya Rp100 ribu untuk workshop Senin (29/4/2018), dipertanyakan seorang Tokoh Pendidikan, H Dedi Supardi MPd. Ia mengaku heran karena Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) merupakan institusi pemerintah.

“UPTD mengerahkan dan mewajibkan guru-guru hadir dengan membayar 100 ribu. Ini dibolehkan gak sih?. Pembicaranya ketua PGRI Jabar. Aneh juga sewaktu Korpri seminar ditentang keras oleh PGRI. Sekarang malah mendukung,” ujar Dedi, Rabu (2/5/2018), bertepatan dengan momen Hardiknas.

Guru dan sekolah, kata Dedi, bukan pasar atau lahan bisnis mencari uang. “Kasian guru-guru dan para kepsek tidak bisa mengadu kemana-mana. Mereka mengeluh banyak kegiatan yang mengandung biaya tinggi, sementara dana terbatas,” ungkap mantan ketua PGRI Kuningan itu sambil geleng-geleng kepala.

Seminar atau workshop, dicurigai oleh Dedi, hanya sekadar kedok. Sebab muncul kesan itu upaya mencari rupiah. Justru pihaknya menyayangkan, Disdikbud sebagai institusi pemerintah malah dipersepsikan mencari uang dengan cara meminta kepada guru-guru.

“Apakah ini pungli atau bukan ya? Kalau alasannya bayar seminar atau workshop, berarti Disdik jualan seminar dong. Apa itu dibolehkan? Sepengetahuan saya institusi pemerintah tak boleh jualan,” tukas mantan sekretaris Disdikbud yang kini jadi penasehat Timses Pasangan Toto-Yosa itu.

Dari keterangan yang diperoleh kuninganmass.com, peserta workshop pendidikan di GOR Ewangga Senin (29/4/2018) itu diikuti 1.600 peserta. Sebagian besar guru SD dan SMP yang diadakan dalam rangka memperingati Hardiknas.

Ketika dikonfirmasikan, Kepala Disdikbud, Dr H Dian Rachmat Yanuar menegaskan, workshop tersebut bersifat mandiri, inisiatif dari keluarga besar Disdikbud. Masalah biaya, ia menjelaskan ada dana BOS.

“Kan di sekolah-sekolah ada dana BOS, salah satunya untuk pengembangan SDM. APBD kita belum bisa mengcover. Ini laporan dari panitia, hasil rapat panitia dengan UPTD dan organisasi mitra. Bersumber dari dana yang memang ada peruntukannya,” jelas Dian. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com