Banyak Warga Mengungsi, Bagaimana Nasib Anak-anak Sekolah?

KUNINGAN (MASS)- Ribuan pengungsi di reloksi dari beberapd desa  ke enam kecamatan. Mereka kini sudah aman dan terbebas dari bahaya bencana.

Dari ribuan pengungsi itu banyak anak-anak sekolah. Bagaimana kelanjutan mereka? Terutama bagi warga Desa Pinara yang harus meninggalkan desanya.

“Tadi kami sudah rapat dengan PGRI, Komite, UPTD Pendidikan dan akhirnya disepakati proses KBM SDN Pinara pindah ke SDN Ciniru,” ujar Kepsek Pinara Suad SPd kepada kuninganmass.com Minggu  (25/2/2018).

Saud mengatakan, untuk proses KBM akan dilakukan sore hari setelah ruangan digunakan oleh murid SDN I Ciniru. Meski anak sekolah tersebar di dua tempat pengungsian tapi mereka harus bersekolah di SDN Ciniru.

Dari data siswa SDN Pinara total ada 164 siswa. Dengan jumlah guru 11 orang. Untuk pelaksanaan proses belajar akan dilakakun secara fleksibel.

“Selain  masih trauma, banyak siswa yang tidak punya perlengkapan sekolah baik buku, pulpen, tas, sepatu hingga seragam, sehingga kami akan bersifat fleksibel yang terpenting mereka mau bersekolah,” tandasnya lagi.

Ia tidak bisa memprediksi apakah seminggu apakah dua minggu proses KBM akan dilakukan. Saat ini lebih fokus kepada pemulihan mental anak-anak.

Sebenarnya kata dia, kondisi bangunan sekolah hingga saat ini untuh. Namun, jalan unntuk menuju ke lokasi tersebut rusak akibat longsor dan gerakan tanah.

“Rencananya pada Senin pagi para relawan akan mengambil arsip yang ada disekolah. Semoga lancar agar data siswa tidak salah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN I Ciniru, Kusmana MPd mengaku, akan memberikan dispensasi khusus bagi siswa dari Desa Pinara. Mereka bisa belajar tanpa harus menggukan seragam.

“Kami kami terima apa pun  kondisi murid yang terpenting mau sekolah lagi,” ujar mantan Kepsek SMPN Subang itu.

Terpisah, Rima salah seorang pelajar yang ada ditempat pengungsian mengaku, ingin bersekolah tapi tidak ada buku dan alat tulis. Begitu juga seragam dan sepatu.

“Semoga ada yang memberikan sumbangan karena kan ketika ngungsi lebih foksu ke bawa baju biasa dan barang lainnya,” ujar Rima.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com