Agustusan, Ibu-ibu Ciharendong Kompak Hias Kampungnya

KUNINGAN (Mass) – Menyambut datangnya kemerdekaan HUT RI ke 71 Tahun, ibu-ibu Kampung Ciharendong Cigintung kompak menghias kampungnya dengan nuansa merah putih. Tak hanya ibu-ibu, remaja dan anak-anak ikut terlibat saling bergotong-royong membuat dan memasangkan hasil karyanya berupa pernak-pernik merah putih.

Sejumlah umbul-umbul, bendera, hingga ribuan lembar kertas berwarna merah putih terpasang disepanjang gang kampung tersebut. Dengan bermodalkan tali dan beberapa lembar kertas yang digunting hingga membentuk pola segitiga, satu persatu dipasang dan direkatkan pada tali berselang-seling sehingga terbentuk pola merah putih.

Salah seorang warga RT08, Yuyun Yuliana kepada kuninganmass.com, Minggu (14/8), mengaku senang bisa terlibat langsung untuk menghias kampungnya menjadi lebih semarak menjelang hari kemerdekaan. Bahkan sejak pagi setelah pekerjaan rumah tangganya selesai, dirinya sudah berkumpul dengan ibu-ibu lainnya untuk memasang pernak-pernik merah putih.

“Ya daripada ibu-ibu ngobrol ngerumpi kan mending memasang bendera. Itung-itung ngisi kegiatan positif yang lebih bermanfaat, sekaligus ngajak anak-anak juga supaya lebih kreatif membuat hiasan merah putih,” katanya.

Sementara pemudi Ciharendong, Pepi Nopisa mengatakan, kegiatan yang dilakukan ibu-ibu dan para remaja ini merupakan agenda rutin Agustusan. Tak hanya menghias kampung, sejumlah perlombaan rencananya akan digelar menjelang 17 Agustus nanti.

“Iya banyak lomba yang sudah kami agendakan seperti lomba balap kelerang, makan kerupuk, balap karung, sepak bola, voli ibu-ibu, dan perlombaan anak-anak lainnya. Semoga acara Agustusan kali ini lebih meriah dan semarak lagi,” sebutnya.

Pihaknya juga berpesan, agar dalam kegiatan Agustusan ini masyarakat bisa lebih berperan aktif bergotong-royong demi kesuksesan acara, baik dukungan moril maupun materiil. Sebab tanpa adanya partisipasi dari warga, semua agenda yang sudah direncanakan tidak akan berjalan maksimal.

“Antusias ibu-ibu rumah tangga itu patut menjadi contoh para generasi muda, yang seharusnya lebih semangat dalam menyambut kemerdekaan Indonesia. Minimal, karena kita tidak ikut berjuang saat itu, ya semangat kita sebagai anak muda harus lebih tinggi,” pungkasnya.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com