KUNINGAN (MASS) – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Kuningan menyatakan keprihatinan dan kemarahan mendalam atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol), yang berujung pada kematian korban. Insiden ini menjadi potret buram aparat keamanan di Indonesia dan mencerminkan krisis kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi.
Hasan Ropiki, Ketua PC IPNU Kabupaten Kuningan, menyampaikan pernyataan sikap resmi organisasi menyikapi tragedi tersebut, Jumat (29/8/2025).
“Tindakan brutal aparat Brimob terhadap pengemudi ojol adalah bentuk nyata kegagalan institusi Polri dalam menjalankan fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ini bukan sekadar insiden, tapi cermin dari problem struktural dan kultural di tubuh kepolisian yang harus segera dievaluasi total,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikapnya, Hasan menyampaikan lima poin penting:
1. Mengecam keras tindakan kekerasan aparat Brimob yang menyebabkan hilangnya nyawa rakyat sipil. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap konstitusi, hak asasi manusia, dan nilai-nilai keadilan.
2. Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mencopot Kapolri sebagai bentuk tanggung jawab atas kepemimpinan yang gagal mengendalikan bawahannya dan mengabaikan prinsip-prinsip profesionalisme dalam kepolisian.
3. Menuntut reformasi menyeluruh terhadap institusi Polri dan aparat penegak hukum lainnya, termasuk dalam aspek pendidikan, pengawasan internal, dan pembinaan etika kepolisian agar tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang.
4. Meminta Komnas HAM dan lembaga independen lainnya untuk turun tangan dan melakukan investigasi terbuka terhadap kasus ini serta memastikan adanya keadilan dan perlindungan bagi keluarga korban.
5. Mengajak pelajar, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersuara dan turut mengawal reformasi sektor keamanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“IPNU berdiri bersama rakyat. Kami tidak akan tinggal diam melihat aparat negara justru menjadi ancaman bagi keselamatan rakyat. Sudah saatnya negara membuktikan keberpihakan pada keadilan, bukan kekuasaan yang brutal,” kata Hasan.
PC IPNU Kabupaten Kuningan menyerukan agar tragedi ini menjadi momentum bersama untuk memperbaiki sistem penegakan hukum dan menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (eki)