Jadi Jalur Bus Kamuning, Bagaimana Nasib Situs Purbakala?

CIGUGUR (MASS) – Salah satu jalur yang dilalui oleh Bus Kamuning (Kelilng Wisata Muter Kota Kuningan) pemberian pemprov Jabar, adalah rute melewati Taman serta Situs Purbakala Cipari, Kecamatan Cigugur. Pertanyaanya, berpengaruhkah jalur wisata tersebut pada peningkatan pengunjung?

Staff Pelaksana Taman Purbakala, Suma, menjelaskan bahwa adanya Bus Kamuning memiliki efek tersendiri bagi Taman Purbakala. Menurutnya, sejak ada jalur wisata Bus Kamuning tersebut, Taman Purbakala jadi lebih rutin dikunjungi.

“Dari dulu, ada saja yang berkunjung, bahkan dari Bali, dari Jawa Tengah dan kota lainya,” ujarnya pada kuninganmass.com, Jumat (18/10/2019) siang.

Menurutnya, dengan adanya Bus Kamuning, pengunjung memang rutin melintas, meski tidak signifikan.

“Biasanya paling ramai ya Sabtu Minggu, terus kami juga menerima saran dan kritik dari pengunjung, biasanya ditulis di buku tamu, dan kebanyakan mengeluh soal jalan,” tambahnya.

Jalan menuju Taman Purbakala terbilang kecil. Keberadaan Taman Purbakala bahkan tidak terlalu menonjol seperti peninggalan sejarah Linggarjati yang akses jalannya mudah dan terlihat jelas. Untuk Taman Purbakala sendiri, aksesnya harus melewati jalan perumahan warga yang relatif kecil. Dan untuk hal itu, Pak Suma mengaku tidak bisa berbuat banyak.

“Kalo akses dan jalan kan bukan kewenangan kita (pelaksana),” imbuhnya.

Salah satu pengunjung taman Purbakala, Diah Alkaff mengutarakan pendapatnya soal Taman Purbakala. Menurutnya, meski tempatnya termasuk “terpencil”, tapi aksesnya masih mudah.

“Cukup mudahlah ya, enak lagi. Kebersihannya terjaga, pelayannya sangat ‘welcome’ ,” ujar wanita yang ternyata mahasiswi di salah satu kampus Kuningan.

Diah berujar, Taman Purbakala ini termasuk wisata edukasi yang recommended. Selain menambah wawasan soal sejarah sejak zaman batu, harga tiket masuk yang ditetapkan juga sangat murah.

“Cuman 2 ribu lho, tapi kita bisa liat peninggalan sejarah sejak zaman megalitikum (batu), kita liat kapak batu, gelang, kapak perunggu, kuburan batu, banyak lah,” akunya pada kuninganmass.com. (eki/trainee)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com