Gara-gara Klik, Akun Online Shop Medsos Dibajak

KUNINGAN (MASS) – Maraknya online shop di media sosial, dimanfaatkan penjahat dunia maya. Banyaknya orang yang bisa hack menyalahgunakan kemampuannya, membuat resah masyarakat, termasuk pemilik akun media sosial, karena akunnya digunakan untuk menipu.

Salah satu aduan soal akun medsos yang kena hack dari Lilis Kholisotul Ulfah, warga Dusun Kliwon Desa Jalatrang Kecamatan Cilebak, yang mengadukan akun Facebook nya atas nama Ummu Hanifa (Lilis Kholisotul ulfah) di hack orang tidak bertanggung jawab.

“Iya tadi pagi jam 9nan udah tidak bisa login,” ujar Lilis saat dikonfirmasi kuninganmass.com, Minggu (17/11/2019).

Lilis mengaku, akun yang menggunakan foto buah hati keduanya tersebut, merupakan akun pribadi yang belakangan digunakan untuk berjualan secara online.

“Kan emang jualan online, jualan kerudung,” sebutnya.

Lilis menceritakan kronologis di hari sebelumnya, dimana dirinya juga tergoda oleh postingan serupa. Dirinya ditandai dan akhirnya mengikuti arahan mengklik link. Beberapa jam kemudian, pemilik asli akun tersebut mengklarifikasi bahwa akunnya kena hack. Dan benar saja, akun lilis juga jadi tidak bisa dibuka sendiri.

“Baru tau, pas sodara bilang, akun Umma Hanifa update status, wah beneran kena hack deh,” ujarnya.

Rekan korban mencoba melakukan penelusuran melalui akun Facebook pribadi. Di media sosial, akun pribadi tersebut coba mengomentari postingan terakhir akun Umma Hanifa yang mengiklankan hadiah Hp hanya dengan transfer pulsa.

Dengan gerak cepat, akun tersebut membalas dan meminta lanjut melalui inbox. Di inbox, ia diberi nomer admin smartphone yang harus di kontek melalui nomer Whatsap +62 831-9960-4060.

Dari akun tersebut, rekan korban itu mencoba melakukan kontak dan berpura-pura tertarik. Di whatsap, dia berpura-pura mengajak bertransaksi langsung dengan pemilik akun Umma Hanifa karena ceritanya mengenal langsung.

“DARI SINI AJA (Transaksi dan melayangkan pertanyaan) MBA KARNA KAMI ADMIN SMARTPHONE NYA,” balas whatsap tersebut dengan menggunakan huruf besar dan tebal. Rekan korban diarahkan pada link pendaftaran yang dibagikan melalui whatsap.

Ia mencoba menelisik lebih jauh. Termasuk membali memeriksa postingan promo HP dengan transfer murah. Dari sana, ia mendapatkan komentar – komentar positif dari akun-akun luar Jawa yang tidak dikenal Lilis. Disinyalir, ini adalah usaha pelaku atau kelompok yang terstruktur. Postingan dan komentar positif sengaja digunakan agar memengaruhi pembaca.

Penelusuran di akun Whatsap dilanjutkan, dari bio yang dicantumkan. Disana tertera alamat Kebon Jeruk, Jakarta.

Dilain sisi, komentar rekan korban di facebook ternyata mendapat respon dari beberapa akun yang mengenal Lilis secara personal. Mereka mengirim inbox dan komentar yang memperingatkan jangan lanjut transaksi dan mengklik link yang diberikan.

Dede Defriyadi, suami dari pemilik akun Umma Hanifa mengutuk keras penghackan dunia maya. Selain merugikan pemilik akun, juga berbahaya karena bisa digunakan menipu rekan-rekan yang selama ini mempercayai istrinya.

“Perbuatan Hacker adalah perbuatan Dzolim,” ujarnya. (eki)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com