Dialog Pemuda Milenial, KNPI Undang Edo

KUNINGAN (MASS) – DPD KNPI Kabupaten Kuningan mengajak para pemuda untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Ketua DPD KNPI Kuningan Masuri SPd saat dilakukan dialog interaktif di sekretariat KNPI setempat, Jumat (26/10/2018), dihadiri sejumlah OKP, BEM, MPI KNPI, serta Forum OSIS Kabupaten Kuningan.

Hadir pula Wakil Bupati Kuningan terpilih M Ridho Suganda, Manajer Fahmina Institute Alifiatul Arifiati, Sekjen DPD KNPI Dede Awaludin, Bendahara Umum DPD KNPI Yayan Supriyatna serta puluhan anggota DPD KNPI Kuningan. Dialog bertajuk Menggerakan Semangat Sumpah Pemuda di Era Milenial digelar dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

“Posisi pemuda sangat strategis dalam pembangunan daerah, lebih jauh harus diturunkan dalam bentuk lebih nyata. Sumbangsih pemuda diperlukan baik itu ide atau gagasan, sebagai pola gerakan yang memadukan antara mobilisasi kepentingan masyarakat kedalam kebijakan pembangunan daerah,” kata Ketua KNPI Kuningan, Masuri.

Menurutnya, sebagai pemegang estafet di masa mendatang, generasi muda harus menjadi pilar, penggerak, dan pengawal jalannya pembangunan daerah. Oleh karena itu, generasi muda harus mengambil peran sentral sebagai inisiator yang berada di barisan terdepan untuk kemajuan daerah.
Hal serupa disampaikan Wakil Bupati Kuningan terpilih, M Ridho Suganda. Ia mengajak para pemuda Kabupaten Kuningan untuk bersama-sama membangun daerahnya menjadi lebih baik.

“Seluruh pemuda di Kabupaten Kuningan, marilah kita sama-sama bergerak maju untuk bisa membangun Kuningan lebih baik kedepan. Sebab kami sangat memerlukan anak-anak muda, generasi muda yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” ajaknya.

Bahkan Ridho juga mengapresiasi, produk lokal berupa makanan tempe yang dibuat salah seorang pengurus DPD KNPI Kuningan yakni Muhaemin. Walaupun hanya tempe, jika mampu dipasarkan secara luas dapat memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa mengembangkan potensi pemuda di bidang wirausaha. Sebab kami mengharapkan adanya perkembangan wirausaha muda, khususnya pemberdayaan potensi pemuda Kuningan demi kemajuan daerah,” katanya.

Sementara Fahmina Institute Alifiatul Arifiati menyampaikan, perempuan juga memiliki peran yang sama dalam pembangunan daerah. Saat ini, peran perempuan bukan hanya dijadikan sebagai obyek tapi subjek atau pelaku dalam membangun kemajuan daerah.

“Sehingga perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Misalnya saja kini ada Tim Penggerak PKK, ini sudah mulai memposisikan perempuan untuk bergerak dalam pembangunan daerah,” ucapnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com