Sempat Berkibar, Pengrajin Krupuk Metal Hanya Tinggal Dua Orang

KUNINGAN (MASS)- Sekitar tahun 1990 dan 2000-an Desa/Kecamatan Darma di Kabupaten Kuningan dikenal sebagai sentra pengrajin krupuk metal. Belasan pengarajin setiap hari memproduksi krupuk yang dikenal pedas itu.

Namun seiring waktu produksi krupuk metal semakin menurun dan puncaknya saat ini krupuk itu hanya diproduksi dua pengrajin. Padahal krupuk ini sudah melegenda, terlebih namanya yang unik yakni metal.

Dari informasi yang kuninganmass.com himpun nama krupuk yang berbentuk panjang itu terinspirasi dari kelompok musik rock yang tenar pada tahun 1990-an yakni metalica. Kebetulan kala itu ada beberapa pekerja yang rambutnya panjang seperti pemain band Metalica.

Dari situlah muncul penamaan nama krupuk metal, ternyata nama ini membawa hoki dan krupuk disukai karena mudah dihapal dan tentu rasanya enak. Salah satu yang beda dari krupuk lain yakni rasa pedasnya yang bikin nagih.

Menurut Kades Darma  H Totong Yudi Mirtado, penamaan krupuk metal juga karena rasa pedas yang khas dari krupuk lain. Saat ini dua nama pengarajin yang tersisa adalah Uyu dan Opan. Padahal dulu sangat banyak.

“Saya juga pengarajin kurupuk metal dulunya tapi karena bahan baku sulit ditambah susah mencari pegawai maka berhenti,” ujar Toto kepada kuninganmass.com Kamis (27/6/2019).

Ia menyebutkan, bukan hanya faktor itu, lahan untuk  menjemur krupuk pun semakin sulit karena harus dilahan terbuka. Dulu selalu menggunakan lapangan sepakbola. Namun, ketika digunakan rumput sering mati.

Faktor-faktor itu yang membuat pengarajin memilih tidak melanjutkan usaha ini dan beralih ke usaha lain. Padahal, pangsa pasar terbuka luas karena krupuk ini sangat disukai baik untuk cemilan maupun untuk di makan dengan nasi.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com