Sehari Lima Rekor Terpecahkan di Momen 212

KUNINGAN (MASS) – Sabtu (2/11/2017) ratusan warga Kuningan yang hadir di lapangan Parkir  RM J&J Jalan Raya Linggarjati Desa Bojong Kecamatan Cilimus menjadi saksi terpecahnya lima rekor sekaligus di Kabupaten Kuningan. Lima rekor ini masuk dalam catat ORI (Orginal Rekor Indonesia).

Kelima rekor itu adalah Memasak 50 varian gurame dalam waktu 40 menet dan hanya di lakukan oleh 1 orang chef. Lalu,  Kolaborasi Seni Budaya dan Beladiri dengan Opik DPO dan Panji Petualang.

Selanjutnya Polisi Sahabat Anak bersama Polres Kuningan, Sekolah Penerbangan Pertama dan Satu-satunya di Kabupaten Kuningan serta memiliki siswa penghafal quran terbanyak dan terakhir  Pendongeng dengan peserta terbanyak bersama Polres Kuningan.

Sebelum acara dimulia dilakukan kirab agung. Adapun titik kumpul Titik Kumpul peserta Kirab Agung dilakukan di  Balai Desa Bojong Cilumus. Mereka  bergerak menuju lokasi acara.

Awalnya acara yang bertajuk aksi 212 ini ingin memeriahkan Tour de Linggarjati. Namun, sayangnya pserta tidak melintas. Tapi meski begitu acara tetap berlangsung semarak.

Tampak hadir Kapolres Kuningan Yuldi Yusman. Lalu, Dandim Kuningan Letkol Inf Daru Cahyadi, dan Asisten Daerah Pembangunan Setda Kuningan, H Dadang Supardan MSi, Presiden ORI Agung Elvianto dan tamu undangan lainnya.

Yang paling menarik dari acara ini adalah kolaborasi seni dan budaya . Seni budaya yang ditampilkan sintren, beladiri, lalu pertunjukan dari panju bersama ularnya.

Aksi Panji Petualang

Dengan hanya durasi waktu 7 menit pertunjukan dimulai dan membuat penonton terpukau. Aksi dinamakan 212 karen dilakukan pada tanggal 2 Desember (2-12).

Owner Rumah Makan J&J Kiki berjanji akan terus melakukan aksi ini. Tujuan utamanya untuk memfasilitasi mereka yang selama ini  berprestasi tapi tidak terekspos.

“Bagi yang mempunyai prestasi dan memecahkan rekor kami bisa memfasilitasi dengan ORI. Saya yakin banyak warga Kuningan yang memiliki kemampuan,” ucap Kiki yang juga pemilik kebun binatang mini itu.

Dari pantauan kolaborasi seni yang dilakukan mulai dari sintren, debus, barongsai hingga yang lainnya. Aksi ini sangat menarik karena jarang dilakukan. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com