Nuzulul Quran dan Amalan Menyambut Lailatul Qodar

KUNINGAN (MASS) – Sudah lebih dari 17 hari umat muslim melakukan puasa di bulan Ramadhan. Artinya, salah satu moment penting bulan Ramadhan juga sudah dilewati, Nuzulul Quran.

Kuninganmass.com secara khusus mewawancarai salah satu pengajar di pondok pesantren Al Istiqomah Ustadz Supriatna S Pd I. Wawancara dalam sesi #tanyaustadz yang dilakukan pada Sabtu +9/5/2020) malam, tepat 17 Ramadhan. Menurutnya, Nuzulul Quran secara arti kata adalah diturunkannya Al-Qur’an.

“Hanya saja, secara pengertiannya banyak perbedaan pendapat. Ada yangberpendapat, yang dimaksud nuzul quraan adalah turunnua alquran secara sekaligus, pertama kali dari Lauhil Mahfud ke Baitul Izza atau yang biasa disebut langit ke 4 atau langit bumi,” ujarnya.

Adapun turunya Alquran secara garis besar melalui dua tahap, Lauhil mahfud ke Baitul Izza, lalu dari Baitul Izza bertahap ke nabi Muhammad.

“Pendapat kedua, nuzulul quran diartikan sebagai alquran turun pertama ke nabi Muhammad, yakni surat al-a’la,” tambahnya.

Lebih jauh soal Nuzulul Quran, Supri juga menyebut ada pendapat ulama yang mengaitkannya dengan Lailatul Qodar. Bahkan, Alquran yang diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari juga, dikarenakan tiap tahunnya hanya diturunkan sekali, yakni di 17 Ramadhan yang juga dipercaya sebagai malam Lailatul qodar.

“Tapi soal lailatul qodar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan, pendapat yang lebih mashur adalah 10 malam terakhir di bulan Ramadhan,” jelasnya.

Adapun amalan dianjurkan, baik itu di Nuzulul Quran maupun di Lailatul Qodar adalah memperbanyak membaca alquran, itikaf di masjid, dzikir serta memperbanyak do’a.

“Malam Lailatul Qodar, insya allah akan benar-benar didapatkan oleh mereka yang benar-benar menginginkan,” sebutnya di akhir wawancara. (eki)