Idul Fitri : “Bukan untuk Orang dengan Baju Baru, Tapi untuk Orang yang Taqwanya Tambah Bermutu”

CILEBAK (MASS) – Ramadhan hampir usai, semua umat muslim bersuka cita menyambut hari kemenangan, hari raya idul fitri. Antusias umat islam sangat terlihat, banyak yang memeriahkannya baik dalam tindakan, ucapan, bahkan pakaian. Tapi apakah benar kita semua mendapatkan Idul Fitri ?

Ustadz asal Desa Jalatrang Kecamatan Cilebak Dede Defriyadi S Sy menyebut bahwa idul fitri bukanlah semata kemeriahan yang ditandai dengan hal fisik, apalagi tampilan semata. Lebih jauh, dirinya menjelaskan esensi idul fitri hanya bisa didapat oleh orang yang bertambah ketaqwaanya.

“Laisal id liman labsuhu jadid, walakinna id liman taqwahu yazid, artinya Id (idul fitri, red) bukan untuk orang yang memakai baju baru, tapi id (idul fitri, red) untuk orang-orang yang taqwanya tambah bermutu,” ujarnya pada kuninganmass.com beberapa waktu lalu.

Dai muda yang kini mengabdi di madrasah Al-Ulfah tersebut menuturkan, terkadang memang banyak yang tertukar, dimana hanya perayaan yang bersifat duniawi yang terlihat meriah, sedang urusan keagamaannya malah semakin sepi.

“Gambaran Ini terjdi bukan hanya tahun sekarang aja karena pandemi, tapi sepertinya ini sudah menjadi tradisi masyarakat yang melekat,” terangnya.

Ramadhan tinggal hari ini. Dijelaskan ustadz yang harus dilakukan memperbanyakl do’a yg diajarkan nabi.

“Allohumma innaka afuwun karim, tuhibbul afwa fa’fu anni,” sebutnya.

Ustadz Defri menerangkan, seharusnya sejak tanggal 21 Ramadhan, kwalitas ibadah harus ditingkatkan. Mulai dari mmbaca alqur’an, I’tikaf, infak, dan zakat fitrah sebgai pembersih diri.


“Alhamdulillah, untuk pelaksanaan shalat id di tengah pndemi ini, kita telah diijinkan oleh yang berwenang dengan keluarnya surat edaran bupati no. 003.2/1386, tapi tetap, mari terus lakukan protokol kesehatan,” ajaknya. (eki)