Virus Ini Lebih Berbahaya Dari Corona

KUNINGAN (MASS)- Dunia sedang dihebohkan oleh virus corona yang kini menjadi virus sangat mengkhawatirkan bagi manusia, virus yang berasal dari kota Wuhan (China) itu kini telah menyebar ke berbagai negara.

Beberapa kalangan menyebutkan virus tersebut dapat menular dengan cepat ke sesama manusia lewat udara dan saluran pernapasan.

Data dari detiknews.com menyebutkan pada Kamis, (13/02/2020) jumlah kematian yang terjadi di China mencapai 1.361 oran.

Jumlah tersebut memungkinkah akan terus bertambah melihat setiap harinya terus ada korban virus corona berjatuhan. Dari data diatas membuat sebagian masyarakat di Indonesia merasakan khawatir dan ketakutan virus corona menyebar ke bumi pertiwi.

Namun ada virus yang lebih berbahaya dari virus corona yang sering tidak disadari oleh manusia. Virus ini seringkali menjadi penyebab terjadinya pertengkaran, percekcokan hingga pembunuhan.

Virus ini dapat menyebar dengan sangat cepat dalam hitungan menit. Keganasan virus ini dapat menyebar melalui media sosial maupun lisan dengan cepat bagaikan kilat.

Sebut saja virus fitnah, bahaya dari virus fitnah ini dapat merugikan korban baik secara pribadi maupun secara sosial. Sumber dari virus fitnah ini biasanya dilatarbelakangi adanya penyakit iri hati, dendam dan tidak senang melihat orang lain sukses atau bahagia.

Judul diatas merupakan temuan dalam beberapa kesempatan yang sering dijumpai oleh penulis terkait maraknya memfitnah seseorang tanpa kebenaran yang nyata.

Dampak dari virus in dapat dengan mudahnya manusia menggibah, menjelek-jelekan orang lain serta mengahasut dengan tujuan tertentu.

Telepas sadar atau tidaknya dapat ditemui dikehidupan masyarakat, manakala sedang bercengkrama dengan teman, sahabat bahkan tetangga sering kali obrolan itu belok kearah yang tidak baik dan tidak manfaat yang ujung-ujungnya membicarakan keburukan oranglain.

Dapat ditemui juga diberbagai media sosial semisal facebook, instagram dan whatsapp (WA) dengan mudahnya orang menulis status keburukan dan kejelekan orang lain hingga membuat orang yang membacanya penasaran dan berspekluasi kearah yang tidak baik juga.

Namun yang lebih berbahayanya lagi dari virus fitnah ini ialah virus yang mengalir melalui ucapan dari mulut ke mulut, satu orang ke orang lain, tetangga satu ke tetangga lain hingga bisa melukai hati seseorang dengan sangat tajam setajam silet.

Virus berbahaya ini yang harus dihindari dari kehidupan sehari-hari. Jika virus Corona secara medis bisa diatasi dan diobati,.

Namun obat apa yang bisa mengobati rasa sakit hati seseorang akibat fitnah tersebut? Jauh sebelum adanya virus corona Allah sudah mengingatkan untuk menghindari virus satu ini, virus yang bisa mencerai beraikan persatuan.

Setidaknya ada tiga larangan kebiasaan manusia yang bisa melukai sesama saudara maupun tetangga. Allah swt sudah menegaskan dalam QS Al-Hujurat ayat 12 terkait bahaya virus satu ini.

Pertama virus berburuk sangka kepada orang lain, kedua virus mencari-cari keburukan/kesalahan orang lain dan ketiga virus menggunjing orang lain .

Begitu bahayanya virus penyakit ini sampe Rasulullah sudah mewanti-wanti agar menjauhi perilaku yang tidak baik, sebagaimana dalam sabdanya

“Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya perkataan, dan janganlah kalian mencari-cari kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling membenci, dan saling membelakangi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari 6724).

Dijelaskan juga oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Barri juga menukil ucapan Imam al-Qurtubi rahimahullah “Makna prasangka di sini adalah tuduhan tanpa ada sebab, seperti menuduh orang lain berbuat buruk tanpa ada bukti yang nampak.

Jika kebiasaan buruk diatas tidak dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari bukan tidak mungkin virus-virus itu akan tertanam dalam jiwa hingga menjadi kotor penuh dengan kedengkian dan keburukan.

Akan tetapi jika hati selalu lapang melepas diri dari semua penyakit-penyakit diatas niscaya hidup akan penuh ketenangan, keberkahan dan kebahagiaan.

Kriteria jiwa yang tenang dan suci itulah yang didambakan oleh Allah swt sebagai penghuni surganya kelak, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-fajr ayat 27-30

“Hai jiwa yang tenang (suci), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.”***

Penulis : Sopian Asep Nugraha, M.Pd
Guru SMAIT Al-Multazam Kuningan

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com