Untuk Sang Bintang

KUNINGAN(MASS)-
Kuningan

Kuningan……

Kota kecilku

Sejuk segar hembusan anginnya

Banyak yang bilang cenderung dingin

Kuninganku….

Terbalut indah dengan tatanan alam yang asri

Dilengkapi ramah para insannya

Indahahnya alam mu selalu membuat sejuk mataku

Mengahdirkan damai dalam pikir dan hatiku

Kecantikan alam yang tiada habisnya

Disetiap jalan yang ku lewati

Bagai surga tiada duanya

Yang terus menjeratku untuk kembali

Kuninganku…….

Keelokanmu kan selalu ku rindu

Pecahkan segala resahku

Dengan segenap keindahanmu

Kuninganku……

Kau kan membuatku selalu ingin kembali

Tuk melintasi jalan kenangan

Dengan sejumlah kelembutanmu

 

 

 

 

 

Untuk Sang Bintang

Ku kira ini hanya akan menjadi rasa yang akan terus bermaknadiam

Terkubur dalam dalam dan tak akan bisa tersampaikan

Ku sangka aku bisa menjadi rembulan yang dapat memperindahmu

Namun kau hanya anggap aku sebagai sesuatu yang menghancurkan keindahanmu

Aku selalu menganggapmu sebagai sesuatu yang menawan

Namun kau sendiri seolah mengiraku sebagai rembulan yang mengusik malammu

Harapku terlalu tinggi untuk meraih bintang seindah dirmu

Namun aku tak sadar bahwa aku hanyalah sang rembulan yang tak mungkin dapat menggenggammu

Kau bintang yang bertaburan indah

Namun aku hanya sang rembulan yang menyepi

Yang tak akan bermakna indah di hamparan langit tanpa hadirnya dirimu

 

 

 

Untukmu

Aku hanyalah wanita biasa

Wanita dengan kemampuan dan iman yang pas-pasan

Aku bahkan mungkin lebih buruk dari apa yang aku bayangkan

Namun aku punya harapan yang sangat besar

Untuk mampu bersanding denganmu

Kuharap kau sudi menerima segenap kekuranganku

Begitupun aku yang kan selalu mendampingimu

Dikala susah dan senangmu

Bersama, dikala jatuh dan bangunnya dirimu

Itulah yang ku mau

Kamu yang ditakdirkan untukku

Kali ini ku masih menunggu datangnya dirimu

Menjemput dengan cinta yang tak lagi haram

Dan pada hari itu

Tangan yang tak pernah kau genggam sebelumnya

Akan kau gandeng selamanya

Lalu dirimu, pada saat akad telah terucap

Maka jiwaku itulah aku mulai mencintaimu

Dan seutuhnya kan menjadi hak mu

 

 

Fatimah Azzahra

Duhai penghulu wanita

Sang wewangian surga

Permata yang menjadi panutan muslimah

Wanita suci nan mulia

Salam untukmu putri Rosulullah

Kuharap dapat hidup bersamamu nanti

Kau adalahsebuah cita-citaku

Setiap langkahmu selalu ku jadikan tujuan

Meski tidaklah pantas aku bersanding denganmu

Namun ku harap dapat mendapatkan kemuliaanmu

Meski layaknya dari debu sendalmu

Kau membuatku jatuh cinta dengan segala bentuk taqwamu

Biarlah aku berada diruang sepi

Merantai sebuah senyuman

Hanya untuk sekedar mengingat

Betapa indahnya dirimu

 

Penulis : Putri Septia Sridewi

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com