Stop Kriminalitas!!! Jadikan Kuningan sebagai Kabupaten Tanpa Kriminalitas

KUNINGAN (MASS) – Pada era zaman global saat ini perekonomian menjadi salah satu transformasi di kalangan masyarakat  dimana ekonomi menjadi tolak ukur akan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah. Jika ekonomi di daerah tersebut meningkat maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat di daerah tersebut tidak mengalami kemiskinan, akan tetapi jika di suatu daerah tersebut mengalami kesenjangan social dimana masyarakat mengalami penurunan di bidang perekonomiannya maka dapat dipastikan bahwa angka kemiskinan di daerah tersebut sangat tinggi.

Dalam hal ini kesenjangan social menyebabkan beberapa oknum melakukan hal yang merugikan bagi banyak orang. Oknum tersebut melakukan kasus kriminalitas atau bahkan melakukan suatu hal dengan  instan atau dengan cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi atas apa yang telah dilakukannya. Untuk kasus kriminalitas terdapat beberapa kasus yang paling dikenal oleh masyarakat, dan salah satu aksi kriminalitas yang paling meresahkan warga adalah kasus pembegalan.

Pengertian kriminalitas

Kriminalitas adalah suatu pelanggaran yang melanggar hukum sekaligus melanggar norma-norma sosial. Hal ini segala tindakan dan perlakuan yang dilakukan kriminalitas sangat merugikan bagi korbannya secara ekonomis dan juga secara kondisi mental seorang korban dalam hal ini dapat merusak psikologis. Selain itu kriminalitas dapat menyebabkan keseimbangan ketentraman dan ketertiban di lingkungan masyarakat, karena kasus ini masyarakat menjadi was-was dan waspada dalam melakukan perjalanan menggunakan kendaraan serta dalam menjaga anak-anaknya bahkan dirinya sendiri. Karena pada kasus kriminal para pelaku tidak melihat dari sudut pandang manapun dalam melakukan kriminal terhadap seseorang. Bisa saja orang yang terkena kasus kriminal ini adalah orang-orang yang kondisi ekonominya saja masih kurang atau bahkan aparat penegak hukum pun bisa menjadi sasaran dalam aksi tindakan kriminalitas.

Pengertian Pembegalan

Pembegalan adalah menghentikan pengendara  secara paksa dengan tujuan untuk merampas harta milik korban. Aksi pembegalan ini biasanya dilakukan oleh tim pembegal di jalanan yang cukup sepi serta jauh dari tingkat keramaian. Awal tahun menjadi ciri sebagai peristiwa bahwa angka tingkat kriminalitas khususnya pembegalan meningkat. Karena diawal tahun biasanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) masih belum berjalan. Sehingga menyebabkan pelaku pembegalan di setiap Daerah meningkat. 

Dalam hal ini pelaku pembegalan biasanya melakukan aksi pembegalan dengan bergerombol. Artinya, para pelaku tidak memungkinkan melakukan sebuah pembegalan hanya dengan satu orang saja. Unsur sebagian orang melakukan pembegalan tidak hanya saja karena unsur ekonomi, akan tetapi ada sebagian pelaku berunsurkan pengaruh narkotika, obat-obatan dan minuman keras sehingga para pelaku melakukan aksinya terhadap korban menjadi sangat berlebihan dan bisa berakhir dengan penyiksaan atau bahkan pembunuhan.

Kasus pembegalan yang terjadi di Kabupaten Kuningan

Di Kabupaten Kuningan Jawa Barat banyak terjadi kasus kriminalitas khususnya pembegalan. Resor Kuningan Jawa Barat memaparkan bahwa  catatan akhir tahun 2017 mengenai angka kriminalitas di Kabupaten Kuningan mengalami penurunan sebersar 18,2 persen.

“Total kasus tindak pidana kriminalitas sepanjang tahun 2017 terjadi 171 kasus, pada tahun 2016 terjadi sebanyak 209 kasus tindak pidana. Jadi ada penurunan 18,2 persen, namun untuk kasus narkoba terjadi peningkatan 37,2 persen dari tahun sebelumnya” Hal ini di paparkan oleh Kepala Kepolisian Resor Kuningan Ajun Komisaris Besar Yuldi Yusman yang dimuat di surat kabar Cirebon.

Salah satu kasus pembegalan yang meresahkan warga adalah kasus pebegalan siswi SMA Negeri 1 Kuningan dengan luka luka ditubuhnya dan menyebabkan korban meninggal dunia. Akan tetapi dalam hal ini Kabupaten Kuningan merupakan Kabupaten dengan angka kriminalitas yang rendah di Provinsi Jawa Barat.

Kasus siswi SMA Negeri 1 Kuningan membuat para orang tua lebih menjaga anaknya. Akan tetapi yang perlu kita ketahui bahwa kasus kriminalitas tidak hanya bisa terjadi di tempat yang sepi saja akan tetapi bisa terjadi di tempat yang ramai sekalipun. Bahkan ditempat yang tidak pernah kita duga akan terjadi kriminal pun dapat terjadi.

Salah satu contoh kasus kriminalitas dilingkungan ramai adalah kasus pencopetan, bahkan pada kasus ini biasanya pelaku menggunakan benda tajam untuk melukai korbannya. Di Kabupaten Kuningan terdapat beberapa tempat yang banyak terjadi kasus aksi pembegalan diantaranya ialah Jalan Baru Bunderan Cijoho dan Jalan Baru Desa Sampora. Tempat-tempat ini menjadi area yang harus diwaspadai dalam berkendara.

Ciri-ciri orang melakukan tindakan kriminalitas

Adapun ciri-ciri awal seseorang untuk melakukan tindakan kriminalitas yang pertama ialah ketidakadilan pada sebuah system pada ciri ini manusia memiliki sifat cemburu pada lingkungan sekitar, sehingga memiliki keiginan untuk mengimbanginya dengan cara yang salah. Kedua, lingkungan yang memiliki keindividualisan yang besar sehingga menyebabkan seseorang untuk bersikap egois. Ketiga kemiskinan, ke empat  memiliki rasa benci terhadap orang lain, angka pendidikan yang kurang sehingga menyebabkan mereka mengambil langkah dengan cara mudah dan yang terakhir adalah gangguan mental dimana seseorang itu mengalami tingkat stress, depresi serta tidak memiliki tempat untuknya meluapkan segala bentuk emosi.

Upaya untuk mengurangi angka kriminalitas di Kabupaten Kuningan

  1. Sistem pengawasan dan sistem administrasi segera di perbaiki agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.
  2. Memeratakan tingkat kesadaran hukum rakyat dengan cara meningkatkan penyuluhan terkait hukum ke setiap desa yang ada di kabupaten kuningan.
  3. Menambah dan meningkatkan sistem operasi di tempat tempat yang rawan terjadinya kriminalitas.
  4. Meningkatkan rasa profesionalime bagi penegak hukum, agar hukum yang berjalan bisa sesuai dengan semestinya.

Dalam upaya yang telah dijabarkan diatas maka dapat disimpulkan secara garis besar bahwa system keamanan di Kabupaten Kuningan masih kurang. Sehingga angka kriminalitas di Kabupaten Kuningan masih besar persentasinya. Walaupun Kabupaten Kuningan pada tahun 2017 mengalami penurunan dalam angka kriminalitas dan Kabupaten Kuningan menjadi kabupaten dengan angka kriminalitas yang rendah. Keamanan serta pertahanan Kabupaten Kuningan harus lebih ditingkatkan sehingga angka kriminalitas di Kabupaten Kuningan semakin rendah dan warga ataupun masyarakat merasa aman untuk tinggal serta berpergian kemana-mana karena mereka akan merasakan aman.

Selain itu, diadakan sosialisasi pendidikan secara dini kepada siswa yang ada di Kabupaten Kuningan mengenai prilaku yang baik agar bisa membangun karakter masyarakat Kabupaten Kuningan yang baik dan budi pekerti. Setiap masyarakat yang menghadapi konflik, agar segera melakukan musyawarah  serta  hendaknya sejak dini melakukan koordinasi dengan baik kepada aparat atau pihak yang terkait supaya meminimalisir resiko yang akan ditimbulkan.

Dan bagi masyarakat yang melakukan tindakan kriminalitas segera akhiri aksi tersebut. Dan ubahlah untuk melakukan hal yang positif untuk mencari rezeki atau bahkan dalam mengatasi suatu hal dengan kepala dingin agar tidak berujung kepada kriminalitas. Karena bisa saja di dunia ini tidak ada yang membalas aksimu bahkan hukum sekalipun, tapi ingatlah bahwa masih ada tuhan yang akan menilai dan membalas semua perlakuan yang telah kamu lakukan atau kerjakan.***

Penulis: Fifit Rismayanti (Mahasiswi Matematika Universitas Jenderal Soedirman)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com