Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka

KUNINGAN (MASS) – Bulan Agustus tahun 1945 merupakan bulan penuh sejarah bagi Bangsa Indonesia, dimana serentetan peristiwa terjadi untuk menyatakan kemerdekaan dari cengkraman para penjajah yang sekian lama berada di Indonesia, yang pada waktu itu sedang dijajah oleh Jepang. Baik kaum tua ataupun kaum muda berjibaku menyatu dengan cita-cita menggelorakan kata “Merdeka..!!” dengan penuh semangat jiwa patriotisme dan keyakinan.

Dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa tepat Hari Jumat, 17 Agustus 1945 kurang lebih pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat, Soekarno didampingi Hatta atas nama bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan Indonesia dengan membacakan teks Proklamasi.

Namun ini bukan babak akhir tetapi babak baru dalam perjuangan bangsa Indonesia, Bung Karno berpesan dalam pidatonya “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

Mari kita relfeksikan apakah benar pesan tersebut masih relevan di 74 tahun Indonesia merdeka?, dengan berbagai persoalan yang terjadi pada bangsa Indonesia hingga hari ini. Mari berefleksi apa yang telah kita berikan untuk bangsa ini?, karyakah? Idekah? atau bahkan kontribusi menimbulkan perpecahan?.

Tapi yang perlu kita teladani pada hari ini adalah semangat patriotik atau patriotisme dalam hidup berbangsa dan bernegara. Kalaupun dulu para berjuang secara fisik untuk merebut kemerdekaan, hari ini kita berjuang dengan ide, gagasan dan karya untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi Negara Indonesia. Apabila kita pahami secara mendalam nilai-nilai Pancasila hingga merasuk jiwa dan mewujud dalam bertindak, banyak aspek yang akan dilahirkan.

Sesuai tema kemerdekaan tahun ini yakni “SDM UNGGUL, INDONESIA MAJU” mari kita bersemangat sebagai patriotik menjadi SDM yang unggul berkemajuan dengan cinta tanah air, toleransi, sikap terbuka, jiwa pembaharu, menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan, apalagi tantangan di abad ke-21 ini sangat kompleks.

Oleh karena itu, kita setidaknya harus memiliki kemampuan diri atau skill 4C (Critical Thinking, Collaboration, Creativity and Communication). Dengan skill tersebut berharap kita bisa siap menghadapi Revolusi Industri 4.0. dan menjadi generasi emas Indonesia di tahun 2045.

Pesan saya mari kita optimalkan potensi dan anugerah yang Tuhan berikan pada kita sebagai “Khalifah Fil Ardh” (surat Al Baqarah:30) dengan penuh karya, tentunya dengan motto “Fastabiqul Khoirot” (surat Al Baqarah:148 dan Al Maidah:48) tanpa mencaci dan memaki.

DIRGAHAYU INDONESIA KE-74

Penulis: Nur Syamsu (Pengurus DPD KNPI Kuningan 2017-2020)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com