Pentingnya Peraturan dalam Keluarga untuk Pembentukan Moral dan Kedisiplinan Anak

KUNINGAN (MASS) – Keluarga merupakan tempat di mana seorang anak mendapatkan pendidikan dan kasih sayang sepenuhnya yang pertama dan utama. Peran keluarga sangatlah penting dan dibutuhkan oleh seorang anak. Pendidikan yang diberikan oleh keluarga akan berpengaruh terhadap seluruh aspek perkembangan anak. Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi untuk perkembangan kepribadian anak.

Menurut Fellasari (2016) dalam jurnal Jumantik mengatakan bahwa pola asuh otoriter adalah perilaku orangtua dalam kehidupan keluarganya yaitu orangtua menentukan segala peraturan yang berlaku dalam keluarganya, anak harus menuruti atau mematuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan orangtua tanpa terkecuali dan tidak diberi alasan mengenai perarturan yang dibuat tersebut.

Pengawasan yang dilakukan oleh orangtua sangatlah penting diberikan terutama dalam penggunaan media sosial. Orangtua harus membuat peraturan yang mengikat anak agar tetap disiplin. Peraturan tersebut dapat berupa membatasi anak dalam penggunaan handphone untuk mengakses internet serta melakukan pengawasan mengenai situs yang dikunjungi anak maupun media sosialnya.

Sebagai contoh kasus yang terjadi di Makassar yang dipaparkan Kompas (13/01/19), dimana seorang anak menjadi korban pemerkosaan oleh 3 pria sekaligus sehingga anak merasa ketakutan dan mengalami trauma. Kasus ini berawal dari anak yang bertemu dan jalan bersama dengan seorang pria yang baru dikenalnya di media sosial.

Si anak dijemput di rumah kemudian bertemu dengan kenalannya dari media sosial. Pria tersebut membawa anak bermain ke pantai dan diajak bermalam dan dibawa ke sebuah kamar. Si anak tidak bisa melakukan apa-apa untuk menolong dirinya agar bisa keluar dari sebuah kamar tersebut karena diancam dengan senjata tajam.

Penyebab pelecehan seksual dan pemerkosaan tersebut dapat terjadi karena si pelaku tidak dapat menahan hawa nafsunya dan karena ada kesempatan kemudian ia melampiaskannya. Berkenalan dengan orang yang baru kita kenal itu di dunia nyata maupun di dunia maya haruslah hati-hati, karena dapat merugikan kita bahkan membahayakan diri dan nyawa kita.

Pada zaman sekarang anak usia sekolah dasar kebanyakan sudah memiliki handphone sendiri dan bisa mengakses situs apa saja. Teknologi yang semakin berkembang membuat para orangtua harus lebih mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan dan kegiatan sehari-hari. Jangan sampai terjadi lagi seperti kasus di atas.

Orangtua berperan sebagai pembentuk pola pikir, karakter, dan kepribadian anak. Maka dari itu, keluarga merupakan tempat di mana seorang anak mendapatkan pendidikan tentang nilai dan norma. Pembelajaran yang diberikan di keluarga sangat mendasar dan potensial. Pentingnya pengawasan orangtua terhadap kegiatan anak akan berdampak baik kepada perkembangan anak agar tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk. Fungsi keluarga yang sesungguhnya adalah sebagai tempat anak mendapatkan nilai-nilai agama, menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai agama yang didapatnya, berakhlak baik dengan menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, keluarga juga berfungsi sebagai pemberi cinta dan kasih sayang, memberikan perlindungan kepada anak, memberikan pembinaan lingkungan. Pembinaan lingkungan diberikan kepada anak agar anak memiliki kemampuan menempatkan diri di setiap tempat.

Pertauran yang ketat dan jelas sangat penting diberikan kepada anak, agar anak terbiasa disiplin. Peraturan tersebut yaitu dapat berupa, sesudah pulang sekolah langsung pulang ke rumah jangan main dulu, tidak menerima sesuatu apapun dari orang yang tidak dikenal, jangan mau jika ada yang mengantar pulang orang yang tak dikenal, memberikan batasan kepada anak dalam penggunaan handphone, selalu mengawasi askes internet atau media sosial yang digunakan anak, membiasakan kegiatan yang positif di rumah, yang lebih utama menanamkan nilai agama kepada anak. Terlebih kepada anak perempuan itu membutuhkan pengawasan yang ekstra agar tidak terbawa oleh pengaruh lingkungan luar yang tidak baik. Anak-anak mudah sekali terpengaruh oleh teman-temannya dan lingkungan sekitar tempat ia bermain. Jika anak melakukan kesalahan beri ia hukuman yang sesuai dengan usianya agar anak jera tidak mau melakukannya lagi.

Selain memberikan peraturan, orangtua juga harus melakukan beberapa bentuk pengawasan seperti menjalin komunikasi yang baik dengan anak agar mengetahui perkembangannya, memberikan kenyamanan kepada anak agar bisa terbuka, memberikan motivasi, nasihat yang berguna untuk masa depan anak.***

Penulis: Kartinah 3E PGSD Universitas Kuningan

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com