Pemerintah Memang Bukan Tak Waras, Tapi Ga Peka

KUNINGAN (MASS) – Menarik memang mengikuti isu yang beredar saat ini. Terlebih tanggal 28 Oktober nanti jadi momentum harinya pemuda yakni Kembali mengingat akan perjuangan pemuda untuk bangsa & negara.

Namun berbeda di Kuningan, ini akan menjadi ironis jika memang terjadi, mantan Ketua KNPI Kuningan yang sekarang menjabat Sekda menjadi inisiator perataan gedung pemuda melalui program revitalisasi.

Siapa yang tidak terkejut, kompleks bangunan Kemenag, KNPI, Dewan Pendidikan & Eks gedung PWI sekarang menjadi Markas MPC PP akan diratakan meskipun gedung itu baru direnovasi.

Ini bentuk gagalnya pemerintah dalam memanfaatkan anggaran. Ketika pemerintah membangun sesuatu pasti sebelumnya melakukan kajian.

Kajian tersebut tentunya memiliki peruntukan berapa lama gedung – gedung tersebut akan berfungsi. Tetapi aneh sekali belum 2 tahun gedung – gedung tersebut direnovasi, tidak lama lagi akan diratakan dengan dalih revitalisasi.

Ini salah satu pertanda adanya malfungsi pembangunan bukan untuk memfasilitasi rakyat melainkan hanya untuk penyerapan anggaran.

Belum adanya sosialisasi dari pemda yang diiyakan oleh Sdri Tyas & Pedagang sorabi beberapa waktu lalu dalam rencana revitalisasi tersebut juga menjadi titik lemah pemerintah dalam melakukan konsolidasi dengan pihak – pihak terkait, jika beralasan belum saatnya, mau kapan lagi pak? Enak yah, melempar bola panas dibiarkan menggelinding tak beraturan.

Pemerintah lupa, jika adanya pemerintah itu untuk menentramkan bukan memanaskan situasi, ini nyaris terbalik. Apakah ini masih layak kita sebut sebagai pemerintah yang mengayomi rakyatnya ?

Ada beberapa motif yang dimiliki pemerintah, jika memang untuk penataan, mbok ya hadir ditengah masyarakat bukan malah lempar batu sembunyi tangan, coba contoh walikota Surabaya yang berhasil merelokasi beberapa PKL menjadi sentra – sentra perekonomian kota yang sekarang menjadi panutan.

Ia tak segan turun tangan, jalin komunikasi yang baik, menentramkan masyarakat, dan mengedepankan generasi millenial dengan membangun pusat creatif pemuda di tengah kota bukan malah menggusur.

Kegagalan revitalisasi PJS dan taman cirendang yang sunyi sepi menjadi gagalnya pemerintah. Sebelum menginjak taman kota. Coba benahi lagi dua tempat itu.

Kedua, ditilik dari sudut pandang prioritas. Pemerintah memang layak dicap sebagai rezim yang tidak responsif terhadap hal – hal prinsip. Coba bapak ke Kuningan timur sekali – kali tapi bukan agenda seremonial ya pa, saksikan betapa kekeringan melanda setiap tahun tak terelakan.

Bekas galian C yang sekarang menjadi kering kerontang oh ia jangan lupa ajak teh Tyas biar tau mana yang lebih urgent saat ini. Itu lebih penting pa, lucu lagi ketika Wabup kita di media sosial sanggup merespon cepat ketika ada orang yang menyindir beliau mengenai hal personal.

Tapi giliran ditanya netizen apa solusi kongrkit tentang kekeringan yang melanda eh ga direspon sama sekali, selanjutnya malah posting foto – foto.

Meminjam ungkapan Sujiwo Tedjo “Dunia tak sebercanda itu” pa. Makasih teh tyas yang sudah meminta Pemda melakukan sosialisasi terhadap pedagang tapi juga menyuruh pedagang sorabi tabayun.

Terimakasih juga pedagang sorabi yang sudah mengingatkan mata kita bahwa banyak mahakarya pemerintah yang gagal total dan tidak pro rakyat.

Dengan adanya tulisan ini saya berharap mendapat balasan yang elegan seperti ketika presiden jokowi dikritik, langsung ada jawaban dari pihak istana. Tapi yasudah lah mungkin inilah bukti nyata pemerintahan Kita, bukan tidak waras si tapi emang ga peka.***

Penulis : Putri Jianti SH
Anak Seorang Tukang Jahit Keliling Asal Kuningan Timur, Turut Serta Merasakan Kekeringan
Alhamdulillah Saat Ini Diamanahi Sebagai Bendahara Umum Kohati Cabang Cirebon
Demisioner IMK

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com