Operator Harus Paham Regulator

KUNINGAN (Mass)- Tak dipungkiri lagi, kondisi perkembangan zaman saat ini menuntut segala hal harus berbasis komputerisasi, lebih jauh lagi berbasis internet. Apakah segala hal ??? Yap… mulai dari hal yang paling kecil sekalipun….

Kemarin, ada salah satu rekan saya bercerita bahwa dirinya di kantor jadi kekurangan informasi mengenai info yang ada di lingkungan kerjanya. Sampai-sampai saat rekan saya ikut nimbrung ngobrol pun menjadi tidak nyambung. Gara-garanya hanya satu. “Saya ga punya WA (aplikasi Whats App) kang !”, keluhnya sambil tersenyum. Ya, itulah fenomena dunia online kita saat ini di masyarakat ataupun lingkungan kerja.

Terlebih jika masuk ke ranah pekerjaan, sangat terasa sekali perkembangannya. Pekerjaan yang sifatnya online pun kini mulai bermunculan, baik itu pengiriman arsip digital melalui email ataupun pendataan online dsb. Di lingkungan pendidikan pun sekarang para siswanya sudah mengenal Ujian Nasional secara online, yang kedepannya ujian sekolah ataupun ulangan harian pun akan dilaksanakan secara online.

Dari kondisi inilah kita mengenal sosok yang bernama operator, yang mana tugasnya adalah mengoperasikan sistem aplikasi yang sudah disediakan. Disediakan oleh siapa?? Tentunya oleh regulator (pembuat regulasi).

Sistem aplikasi yang ada dan digunakan oleh operator biasanya telah menyesuaikan dengan regulasi yang dibuat regulator. Pun ketika terjadi revisi aturan, sistem pun akan ikut menyesuaikan.

Inilah tuntutan seorang operator yang harus lebih awal memahami regulasi dibanding yang lainnya. Kenapa ??? Karena sistem aplikasi yang dia pegang bersifat dinamis dan menyesuaikan dengan regulasi terbaru.

Tentunya sang regulator harus lebih memahami kondisi real di lapangan, yang mana tidak semua regulasi dapat dipahami secara langsung oleh operator. Bisa jadi ada kesalahan pemaknaan dari suatu kalimat dari regulasi itu yang bakal berdampak kepada orang banyak.

Ayolah, bagi anda sang regulator… Tidak perlu gengsi untuk duduk bersama operator… Dengan tujuan yang sama menyukseskan program…

Lho..lho… Kan kami sudah duduk bersama bos-nya operator ???  Ga perlu lagi duduk sama operator kan??

Saya hanya bisa bilang, ember bisa saja bocor…. Kalo diisi air, dibawa dari satu tempat ke tempat lain airnya mungkin sudah tidak seperti awal.

Dan sebetulnya, sang operator yang notabene punya “tangan ajaib” karena dengan akses sekali klik dia bisa masuk ke ranah kebijakan pimpinan, sebetulnya tidak punya keinginan yang macam-macam selain pekerjaannya lancer jaya. Salam operator.***

Penulis :Hisyam Fany A R, SH.

Operator SIMPATIKA Kemenag Kab.Kuningan

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com