Menstruasi “Wacana yang Kerap Dihindari”

KUNINGAN (MASS) – Menstruasi merupakan siklus alami bagi perempuan, hal ini menandakan jika organ kandungan telah berfungsi matang. Biasanya perempuan akan mengalami menstruasi ketika menginjak usia 12 hingga 16 tahun. Siklus menstruasi terjadi dikarenakan adanya perubahan dalam tubuh perempuan, khususnya pada bagian organ reproduksi. Mestruasi sendiri terjadi dengan disertai pelepasan endometrium. Umumnya durasi siklus menstruasi adalah 28 Hari, dengan rentang waktu 4 hingga 7 hari. Jumlah darah yang dikeluarkan rata-rata mencapai 20-60 mililiter.

Menstruasi menjadi salah satu wacana yang kerap dihindari untuk diperbincangkan di tengah publik. Biasanya perempuan akan merasa malu jika ia mengatakan bahwa dirinya sedang dalam masa menstruasi atau haid, hal ini seakan menjadi tabu untuk diperbincangkan. Di Indonesia sendiri kebanyakan masyarakat akan menggunakan kata ganti lain untuk siklus mentruasi ini seperti “datang bulan”, “lagi dapet”, “sedang M”, “sedang kotor” sebagai kata ganti dari menstruasi.

Selain di Indonesia pengaburan makna menstruasi pun terjadi dibeberapa negara seperti masyarakat Amerika, Kanada, dan Eropa pada umumnya, masih menggunakan Istilah yang berbau mistik, seperti: “a crescen moon” (bulan sabit), “golden blood” (darah emas), “earth” (tanah), “snake” (ular), dan sebagainya. Penggunaan kata ganti ini menjadi salah satu indikasi jika siklus alami ini seakan menjadi beban berat yang ditanggung oleh perempuan.

Bahkan ketika berbicara dengan sesama perempuan untuk membicarakan menstruasi biasanya akan terkesan canggung, dan lebih baik untuk dihindari. Hal ini yang menyebabkan pembicaraan seputar menstruasi biasanya tidak dibicarakan sekalipun dengan orang-orang terdekat.

Tak jarang banyak diantaranya beranggapan jika menstruasi adalah hal yang memalukan. Sebagai contoh ketika menstuasi terjadi, banyak perempuan selalu bersusah payah menyembunyikan bahwa dirinya sedang mestruasi. Bisa dengan memakai pakaian gelap, memakai pakaian atau celana berlapis, serta menjaga pergerakan tubuh.

Bahkan ketika membeli pembalut sekalipun, selalu ada rasa malu menghampiri terlebih jika penjaga toko atau kasir tersebut adalah seorang pria. Seakan tahu jika pembeli pembalut adalah hal yang membuat malu sebagian perempuan, dengan refleks tanpa diminta pun penjaga toko akan langsung membungkus pembalut dengan kantong kresek berwarna hitam atau plastik yang tidak transparan. Sebagian dari perempuan mungkin akan merasa malu jika harus menenteng-nenteng pembalut dengan kantung transparan, dan berusaha akan menyembunyikannya sehingga tidak diketahui.

Saat menstruasi terjadi, perempuan dianggap sebagai perempuan kotor dan dihinggapi roh jahat sehinga sangat perlu di jauhi. Dalam beberapa kasus yang terjadi khususnya di Indonesia, perempuan yang sedang haid akan dikenai pantangan atau diasingkan. Seperti halnya di Bali, kaum perempuan tidak diperbolehkan untuk memasuki hutan sebab sudah ternodai oleh darah haid sedang hutan dipercaya sebagai tempat suci. Berbagai larangan dalam berbagai masyarakat muncul disebabkan oleh hubungan menstruasi dengan polusi yang dibawa perempuan yang dianggap dapat merusak kesuburan dan mengganggu kesucian.

Berbeda dengan kepercayaan orang Bali, di Maluku pun perempuan yang sedang haid akan diasingkan disebuah gubuk di dalam kebun atau pinggiran hutan, pengasingan ini dilakukan oleh suku khas Maluku yaitu suku Naulu, masyarakat percaya jika perempuan yang sedang haid akan mendatangkan malapetaka. Tradisi pengasingan ini dinamai dengan “Penamou”, mereka akan menempati bangunan 2×2 meter dengan satu tempat tidur, selama pengangisan berlangsung pria dalam kasta manapun dilarang untuk mengunjungi.

Berbicara mengenai menstruasi, di Indonesia sendiri terdapat sejumlah mitos yang melekat pada persepsi kebanyakan orang. Seperti adanya beberapa pantangan atau larangan ketika perempuan sedang haid, salah satunya larangan untuk tidak keramas selama masa haid. Padahal hal itu tidak Benar, kebersihan tubuh dan rambut sangat diperlukan selama menstruasi, oleh karena itu sangat disarankan untuk mencuci rambut.

Pengedukasian mengenai menstruasi sewajarnya harus digalakan, agar mitos yang telah mengakar bisa dihilangkan. Edukasi seputar menstruasi harus dipelajari baik melalu buku atau forum diskusi hal ini untuk menambah khazanah pengetahuan. Dan kita sebagai perempuan jangan malu dan ragu jika sedang dalam siklus menstruasi, sebab hal tersebut merupakan siklus wajar yang terperiodik sebagai seorang perempuan.***

Penulis : Sri Melynda
Mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com