Instagram Mengkontruksi Arti Kecantikan

KUNINGAN (MASS) – Pada perempuan bukan lagi menjadi hal yang relatif tetapi sudah universal. Hal ini diakibatkan adanya standar baru kecantikan dari dampak kemajuan teknologi, kemajuan teknologi ini seperti pesatnya penggunaan internet melalui media sosial. Media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube ataupun lainnya memberi andil dalam pembentukan standar kecantikan perempuan, khususnya perempuan Indonesia.

Menurut data yang disampaikan dari NapoleonCat, salah satu perusahaan analisis Sosial Media Marketing yang berbasis di Warsawa, Polandia. Setidaknya pada 2019 tercatat pengguna Instagram di Indonesia mencapai 61.610.000, artinya nyaris seperempat jumlah penduduk Indonesia pengguna aktif Instagram. Tercatat penggunaan Instgram ini banyak di dominasi oleh gender perempuan yang mencapai 50,8%, sedangkan laki-laki mencapai 49,2%.

Media sosial khususnya Instagram dengan berbagai fitur didalamnya, telah memberikan ruang tersendiri untuk perempuan dapat mempresentasikan dirinya. Intagram saat ini digunakan perempuan untuk berbagi photo, video, narasi singkat dan aktivitas singkatnya.

Dalam mengunggah konten tentu pengguna Instagram ini selalu membagikan penampilan menarik dirinya, agar mendapatkan banyak Love, ataupun pujian dari pengguna lain. Secara tidak langsung, disadari atau tidak, Instagram mengkonstruksi wacana mengenai kecantikan perempuan. Karena photo, video atau narasi yang dibagikan dikemas dengan seapik mungkin, sehingga menjadi satu konsep menarik. Tak jarang banyak pengguna menjadikan konten Instagram menjadi inspirasi untuk menunjang penampilannya untuk kemudian dijadikan konten pribadi di akun miliknya.

Penggunaan Instagram tidak semata-semata untuk membagikan photo mengenai aktivitas keseharian. Tetapi banyak diantaranya juga memanfaatkan sebagai akun untuk berbisnis. Banyak perusahaan suatu Brand atau produk menjadikan Instagram sebagai media untuk memasarkan produknya tersebut, salah satunya tentu produk Fashion, Kecantikan yang berkaitan dengan kebutuhan perempuan. Untuk menunjang pemasaran produk, pihak Instagram sendiri memberi layanan periklanan untuk memudahkan promosi produk. Maka tak heran jika ketika sedang mengakses Instagram banyak iklan tampil pada akun kita. Iklan tersebut tentu mengundang siapapun untuk membeli produk dengan tawaran menarik yang diberikan.

Iklan atau postingan yang disampaikan pada di Instagram memiliki peran yang besar dalam memproduksi dan mengkontruksi arti kecantikan. Iklan tersebut membentuk Ideologi tentang makna kecantikan, dalam postingan yang diunggah banyak mengatakan bahwa perempuan cantik ialah dia muda, berwajah glowing, berkulit putih, wajah mulus tanpa jerawat, berambut lurus dan tidak berketombe. Sehingga secara tidak langsung postingan tersebut memperkuat image bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang memiliki tampilan sempurna seperti bintang iklan yang ditampilkan.

Akhirnya dari postingan-postingan yang tersebar dilini masa membentuk sebuah Ideologi tentang makna cantik. Produk yang dipasarkan tentu akan laris karena perempuan akan mengupayakan dirinya agar bisa tampil sempurna dengan membeli berbagai macam produk. Dengan harapan dirinya akan mendapatkan hasil seperti model dalam postingan apabila menggunakan produk tersebut.

Teks-teks yang ada dalam iklan telah didistorsi sedemikian rupa sehingga yang muncul dalam gambaran orang ketika mendengar kata cantik adalah wanita yang sempurna penampilannya tanpa ada cacat sedikitpun. Padahal dalam kenyataanya, perempuan yang ditampilkan dalam iklan bisa saja tidak seperti yang terlihat dalam postingan iklan, bisa postingan itu diedit sebelum diposting sehingga memberikan gambaran perempuan sempurna. Jika tidak demikian model iklan dengan sengaja ditampilkan memang sosok yang sudah sempurna sebelum menggunakan produk tersebut, hal tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan nilai jual produk.

Perempuan yang awalnya biasa saja dengan penampilannya akan tersugesti, sebagai contoh dulu perempuan yang memiliki tubuh berisi dikatakan perempuan yang cantik, namun iklan membentuk gambaran bahwa perempuan cantik adalah mereka yang memiliki badan langsing, sehingga dari hal ini mengakibatkan krisis kepercayaan diri.

Perempuan dengan tubuh berisi yang sebenarnya ideal dengan dirinya menjadi kehilangan kepercayaan diri dan menganggap itu jelek. Distorsi dan penyelewengan teks mengakibatkan suatu “kesadaran palsu”. Dalam hal kecantikan misalnya “kesadaran palsu” itu membuat orang berpikir bahwa mereka tidak cantik, sehingga mereka harus berusaha dengan berbagai cara untuk menjadi cantik sempurna.

Penulis : Sri Melynda H
Anggota Biasa PMII Kuningan

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com