Ini Faktor yang Mempengaruhi Prilaku dan Gaya Hidup Menyimpang

KUNINGAN (MASS) – Pada zaman sekarang sudah sangat tidak asing lagi anak atau remaja bahkan orang tua yang menggunakan media social, karena media social merupakan tempat media hiburan, pendidikan dan informasi lainnya.

Banyak sekali orang mengenal media social dan sebagian besar digunakan untuk alat komunikasi, mulai dari anak kecil, remaja, dan orang tua. Namun tidak sedikit pula sebagian orang menyalahgunakan dari fungsi media social ini.

Contohnya seperti video unggahan siswi SMP Banyuwangi dan mahasiswa Banyuwangi yang viral di sebagian media social seperti di youtobe dan instagram. Hal ini sangat disayangkan, karena dengan anak yang masih dibawah umur yang sudah berani melkukan sex bebas dan berani mengunggahnya di sebagian media social beserta beredarnya beberapa berita fakta mengenai siswi SMP Banyuwangi dan mahasiswa yang viral di youtobe dan instagram seperti yang diunggah di Tribunnews.com pada hari Senin, 10 Juni 2019.

Di zaman milineal ini sepertinya sex bebas sudah dijadikan gaya hidup oleh remaja bahkan anak di bawah umur, banyak sekali berita yang tersebar mengenai kasus ini. Sebagian anak seperti berlomba lomba dan bangga menunjukan prilaku yang tidak terpuji dan memalukan ini, dengan tekhnologi yang semakin canggih anak dengan mudahnya mengakses konten konten dewasa yang tidak semestinya dipertontonkan.

Setelah sudah melihat, anak akan merasa penasaran dan ingin menirukan apa yang sudah mereka lihat, tetapi disini kita tidak bisa menyalahkan tekhnologi.

Karena tekhnologi di zaman sekarang sudah menjadi kebutuhan, didalamnya banyak pula hal positif, bahkan tidak sedikit orang mendapat keuntungan karena menggunakan tekhnologi sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.

Seperti banyaknya online shop, dan bisnis bisnis lainnya. Adapula yang menggunakan media social youtube untuk mengunggah bakat serta berbagi ilmu dan dapat menginsfirasi banyak orang, menjadi seorang youtubers sekarang adalah cita cita kebanyakan orang yang bisa dibanggakan.

Dengan hal ini ada yang perlu diperhatikan dalam pergaulan anak, karena faktor yang paling besar mempengaruhi perilaku dan gaya hidup anak adalah lingkungan dan kebiasaan sehari harinya. Maka dari itu ada beberapa peran penting yang harus diperhatikan, yang pertama yaitu peran keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

Ketiga peran ini sangat berhubungan dan saling keterkaitan satu sama lain agar anak tidak melakukan perilaku yang negatif dan memalukan.

Peran keluarga merupakan pondasi pertama yang mempengaruhi perilaku dan pembentukan karakter anak. Didalam keluarga anak akan belajar terutama tentang akhlak dan etika.

Ketika anak dibesarkan didalam keluarga yang begitu peduli akan dirinya, yang selalu menanamkan kebaikan, maka hal itu pula yang akan ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Begitupun sebaliknya. Sebagian orang tua banyak yang menyalahkan tekhnologi sebagai penyebab anak melakukan perilaku yang memalukan seperti sex bebas salah satunya.

Padahal dalam hal ini, orang tua merupakan peran utama anak bisa terjerumus kedalam sex bebas, dikarenakan kurangnya perhatian, pengawasan dan bimbingan dalam pergaulan anak.

Tidak sedikit orang tua yang kurang memperhatikan keseharian anak dalam bergaul dan menggunakan fasilitas yang telah diberikan orang tua, contohnya yaitu seperti penggunaan gadget. Seharusnya orang tua harus lebih memperhatikan kebiasaan anak dalam sehari hari, dan dalam menggunakan fasilitas yang orangbtua berikan harus juga tidak terlepas dari pengawasan, karena jika terlepas dari pengawasan orang tua maka hal yang ditakutkan akan rentan terjadi.

Peran pendidikan, merupakan suatu peran yang penting setelah keluarga, seperti yang dikatan oleh Dirgantoro, A (2016:2) mengatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sekolah merupakan tempat kedua untuk anak belajar setelah lingkungan keluarga. Banyak pula waktu yang diluangkan anak disekolah, sehingga sekolahpun dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan karakter anak.

Seperti kebiasaan guru yang dilakukan didalam lingkungan sekolah, jika guru selalu menunjukan perilaku baik didepan peserta didik, maka anakpun akan ikut serta mengikuti kebiasaan yang guru lakukan didalam kehidupan sehari hari, karena pada hakikatnya guru merupakan suatu yang digugu dan ditiru.

Yang terakhir adalah lingkungan masyarakat, lingkungan masyarakat bagi anak adalah teman sebaya anak dalam bergaul, belajar dan bermain sehari harinya.

Lingkungan masyarakatpun ikut berpengaruh dalam perilaku dan pembentukan karakter anak, karena teman sebaya memberikan pengaruh besar terhadap diri sang anak.

Jika dalam bergaul anak sudah salah, maka yang tadinya anak baik baikpun bisa saja ikut terjerumus kedalam perilaku yang tidak baik.

Adapun didalamnya anak sering melihat orang dewasa melakukan hal hal yang seharusnya anak dibawah umur tidak boleh lakukan, maka dari hal inilah lingkungan masyarakatpun sangat berpengaruh terhadap perilaku anak.

Oleh karena itu yang terpenting adalah peran orang tua yang harus selalu memberikan dan membiasakan hal baik kepada anak, agar anak menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari harinya, baik dalam lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat.

Serta diharapkan mampu mengenali dan mengawasi dengan siapa anak berteman, dimana anak biasa bermain, dan bagaimana lingkungan dimana anak sekolah.***

Penulis : Gisa Eka Maharani

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com