Ikhtiar, Do’a dan Tawakal, Kunci Menghadapi Pandemi Covid-19 Era New Normal

KUNINGAN (MASS) – Pandemi covid-19 kini telah mewabah ke hampir seluruh penjuru dunia, lebih dari 8,2 juta orang terjangkit, 4,2 juta orang sembuh, serta 445 ribu orang meninggal dunia. Sementara kasus di indonesia telah mencapai lebih dari 41 ribu orang terjangkit, 16 ribu orang sembuh dan lebih dari 2 ribu orang meninggal dunia.

Selain mengancam kesehatan dan nyawa, covid-19 juga telah berpengaruh terhadap hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk aspek ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya. Walaupun virus corona ini kecil ukuranya, tapi atas izin Allah swt. dasyatnya telah meluluhlantakan seluruh aspek kehidupan manusia.

Islam sendiri telah berbicara soal wabah, salah satunya yaitu sebagaimana hadist Rasulullah saw. dalam Riwayat Bukhari dan Muslim:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِه
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia…. “

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa wabah atau tha’un adalah ciptaan Allah swt. yang diturunkan untuk memberikan peringatan dan menguji manusia di muka bumi, termasuk dalam hal ini adalah Virus Corona yang saat ini tengah melanda.

Dalam pandangan islam, Wabah yang dalam hal ini covid-19 bisa diartikan sebagai peringatan, yaitu merupakan sesuatu yang diberikan oleh Allah swt. yang bertujuan untuk mengingatkan manusia agar senantiasa berada di jalan yang benar. Wabah juga bisa diartikan sebagai ujian, yaitu cobaan yang apabila seorang hamba melewatinya dengan sabar maka Allah akan meninggikan derajatnya.

Wabah sendiri bukanlah hal yang baru dalam dunia islam, tercatat pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab pun pernah dihadapkan pada sebuah wabah. Yaitu ketika rombongan pasukan Umar bin Khattab hendak pergi ke negeri syam, namun di tengah perjalanan khalifah Umar diberitakan terdapatnya wabah ditempat yang akan dilewatinya.

Akhirnya setelah khalifah umar bermusyawarah dengan pasukannya, ia menarik pasukannya untuk berbalik arah demi menghindari wabah tersebut. Dari kisah ini kita dapat mendapatkan pelajaran bahwa wabah bisa dihindari dengan kita berusaha dan ikhtiar.

Menghadapi wabah ini, Rasulullah saw. Memerintahkan kepada umatnya untuk melakukan beberapa ikhtiar agar kita senantiasa terhindar dari wabah termasuk yang sedang melanda indonesia dan dunia saat ini yaitu virus corona. Yang pertama adalah sebisa mungkin kita jangan sampai memasuki daerah yang sedang dilanda wabah, dan apabila daerah kita sedang dilanda wabah yang dalam kali ini berstatus zona merah, maka kita jangan sampai keluar darinya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadist rasulullah:
فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ
“Maka apabila kamu mendengar penyakit itu menjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).”

Tak hanya bertawakal dan beserah diri, Ikhtiar sejatinya merupakan kunci dan syarat bagi seorang muslim untuk mencapai keselamatan. Berserah diri dan Tawakal tanpa disertai dengan ikhtiar adalah nol besar. Termasuk dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Seorang sahabat nabi sekelas umar bin Khatab pun seperti yang penulis paparkan diatas, tak lepas dari ikhtiar ketika mengetahui ada wabah didepan mata. Ikhtiar bukanlah lari dari takdir Allah, tetapi berpindah dari satu takdir Allah kepada takdir Allah yang lain.

Apalagi Indonesia saat ini tengah bersiap memasuki sebuah era yang disebut dengan era new normal. Yaitu sebuah era normal baru dimana kehidupan normal seperti biasa akan dimulai kembali ditengah pandemi covid-19, tetapi disertai dengan pola hidup dan protokol kesehatan demi terhindar dari covid-19.

Hal ini tentu menuntut kita untuk terus berikhtiar sekeras mungkin dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah dengan mematuhi protokol dan aturan pemerintah tentang pencegahan penularan covid-19.

Diantaranya adalah memakai masker setiap ingin berpergian, rutin mencuci tangan ketika setelah menyentuh permukaan benda, menjaga jarak, juga protokol dalam kegiatan beribadah di tempat umum dll.

Penetapan protokol kesehatan tersebut hendaknya jangan dijadikan sebagai anggapan bahwa ada penghalangan dalam beraktivitas terutama dalam beribadah, kita harus menyadari bahwa penerbitan protokol kesehatan sejatinya adalah suatu ikhtiar demi kemaslahatan bersama.

Dalam perspektif islam, hal lain yang harus dilakukan Ketika seorang individu sedang dilanda musibah yang dalam hal ini pandemi covid-19 adalah berdoa. Berdoa sejatinya merupakan suatu bentuk pengakuan bahwa betapa lemahnya manusia dihadapan Allah swt. dan betapa manusia tidak bisa apa-apa tanpa pertolomgan Allah swt. Betapa kehidupan manusia di muka bumi ini kalang kabut hanya dengan Allah menurunkan makhkuk sekecil virus corona.

Berdoa merupakan pengakuan betapa lemahnya manusia dihadapan allah swt. Bahkan allah mengecap orang-orang yang tidak mau berdoa sebagai orang yang sombong dan kelak akan Allah masukan kedalam neraka jahannam.

Naudzubullahimindalik. Hal ini sebagaimana firman allah swt dalam surat al-Mukmin ayat 60 :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.”

Setelah berdoa, sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk bertawakal kepada Allah swt. yaitu berserah diri akan segala ketentuan dan menyerahkan semua iktiar dan doa kita dalam menghadapi pandemi covid-19 ini kepada allah semata. Percayalah bahwa dengan bertawakal, maka kita akan senantiasa diberikan ketenangan hati dan dihindarkan dari rasa ketakutan yang berlebihan dalam masa pandemi covid-19 ini.

Perintah bertawakal ini se bagaimana firman allah swt. Dalam Quran Surat At Taubah Ayat 129
فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.”

Dengan demikian, dalam kaitan dengan pandemi covid-19 ini kita tidak boleh berserah diri begitu saja tanpa melakukan iktiar apapun. Kita harus berikhtiar semaksimal mungkin dibarengi dengan berdoa memohon pertolongan dan perlindungan kepada allah. Baru setalah itu kita menyerahkan semuanya kepada Allah semata. Wallahu a’lam bisshowab.

Penulisan: Haerul Jamal
Mahasiswa Fakuktas Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon
Pengurus Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wil. Cirebon