Harlah PPP dan Evaluasi Kaderisasi

KUNINGAN (MASS) – Pandagan bahwa Partai Persatuan Pembangunan sebagai partai warisan ORBA yang tersisa, adalah realitas yang tak mudah dibantah.

Sebagai parpol warisan ulama qabla reformasi tentu sifat kedirian serta wujud pengawalan marwah fardhu terkreasi dengan inovasi kekinian yang dapat lebih mematri ruhul jihad bagi kemaslahatan ummat dan bangsa dalam bingkai NKRI.

Klausul “Almuhafadlatu ‘ala qadimishshalih wal ahdu biljadiidil ashlah” merupakan bagian peneguhan qaidah PPP dalam memelihara dan atau mempertahankan suatu produk lama yang baik serta mengkreasi strategi baru yang lebih baik.

Adalah suatu realitas bahwa perolehan suara PPP secara nasional mengalami penurunan. Namun tingkat kepercayaan publik terhadap eksistensi masih signifikan, artinya meski PPP pada pileg 2019 mengalami tsunami politik atau mushibah sistemik, namun keterwakilan secara berjenjang masih bertahan.

Ini semua merupakan ujian keluarga besar PPP baik secara struktural maupun kultural.

Tentu kedepan garis kebijakan para decision maker parpol berlambang Ka’bah dengan klaim parpol Islam patut mensublimir grand desaign program dari pemujaan romantisme kesejarahan sebagai parpol berbasis massa menjadi parpol peneguhan kaderisasi yang lebih luas dan berintegritas serta miliki ruhul jihad yang jelas, cerdas dan terbuka.

Penguatan akar rumput sebagai bagian strategi perjuangan parpol patut terus terbimbing secara seksama dan bersama dari struktur partai khususnya dilevel kabupaten/kota dengan otonomi politik delegatif.

Pada tataran otonomi daerah, DPC PPP eloknya lebih bersinergi dengan pemerintahan yang sedang berkuasa, terkecuali pemerintah daerah yang secara nyata tak memasukan program peningkatan kualitas keumatan dengan bagus.

Sinergitas perlu terjamin secara utuh sejauh dapat menguntungkan kiprah PPP dalam mewujudkan masyarakat yang adil dalam kemakmuran serta makmur dalam bingkai religius.

PPP harus merubah paradigma maupun stigma parpol sepuh dengan merespons semangat kekinian terlebih memasuki era tekonologi industri 4.0 yang menjadikan media sosial baca ~Internet of Things ~ sebagai pola interaksi dan komunikasi yang lebih efektif.

Sekalipun demikian, disrupsi kejuangan tidak akan mampu merubah peran kader sebagai mandataris Tuhan dimuka bumi.

Kader PPP tak bagus mempolarisasi diri diranah komunitas tertentu, karena kader PPP fardhu menjadi Rahmatan Lil ‘alamin bukan rahmatan lil komponen maupun rahmatan lil vested intetes.

Selamat Hari Lahir PPP yang 47 Tahun 2020, Semoga kedewasaan yang tersemat tetap konsisten merajut stabilitas dan kondusifitas baik internal maupun nasional khususnya didaerah dengan fokus ikhtiar bersama membangun kemaslahatan ummat menuju Indonesia yang maju yang diridlai Allah SWT…
Ingat… Berbeda itu sunnah tetapi berpecah itu tak berkah.

Hadaniallah waiyyakum ajma’in…
Wallahul muwafiq ilaa aqwaamithariq
Wassalamu ‘alaikum WrWb.

H.Yusron Kholid
(Mantan Caleg PPP Propinsi JABAR, 2019)