Eskatologi Islam

KUNINGAN (MASS) – Eskatologi Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan setelah mati di alam akhirat dan al-Qiyāmah “Pengadilan Terakhir”.

Eskatologi sangat berhubungan dengan salah satu aqidah Islam, yaitu meyakini adanya hari akhir, kematian, kebangkitan (Yawm al-Qiyāmah), mahsyar, pengadilan akhir, surga, neraka, dan keputusan seluruh nasib umat manusia dan lainnya.[1]

Umat muslim meyakini bahwa kehancuran dunia terjadi di mana orang-orang beriman sudah tidak ada lagi di muka bumi. Yang tersisa hanya orang-orang jahat yang kembali dalam kondisi zaman jahiliyah.[2][3] Kemudian terjadinya hari kiamat tersebut dikatakan akan terjadi pada hari Jum’at.[4] Kiamat dikatakan tidak akan terjadi hingga tidak ada lagi manusia yang menyebut nama Allah.[5]

Seperti agama Abrahamik lainnya, Islam mengajarkan tentang kebangkitan para makhluk yang telah mati, sebagai salah satu rencana penyelesaian dari semua penciptaan Tuhan dan kekekalan dari roh-roh para makhluk.

Bagi orang yang beriman akan dihadiahkan oleh Allah sebuah surga, sementara bagi orang yang tidak beriman maka akan dihukum di masukan ke dalam neraka.

Fase Kehidupan Manusia dan Jin

Dalam fase kehidupan, manusia dan jin telah dan akan melewati beberapa alam kehidupan, kemudian di dalam alam terakhirlah yang dianggap sebagai kehidupan alam yang abadi (kekal). Menurut syariat Islam, alam tersebut adalah:

Alam ruh, alam di mana sebelum jasad manusia dan jin diciptakan. Alam rahim, alam kandungan ibu tempat menyempurnakan jasad manusia dan penentuan kadar nasib kita didunia seperti hidup, rezeki, kapan dan di mana kita meninggal. Alam dunia, alam tempat ujian bagi manusia, siapakah di antara mereka yang paling baik amalannya. Alam kubur, alam tempat menyimpan amal manusia, di alam ini Allah menyediakan dua keadaan, nikmat atau azab kubur. Alam akhirat, alam tempat pembalasan amal-amal seluruh makhluknya. Di alam ini Allah menentukan keputusan dua tempat untuk manusia, apakah ia akan menghuni surga atau menghuni neraka.

Rahasia Allah

Tentang datangnya hari Kiamat, menurut syariat Islam maka tidak ada seorang pun yang mengetahui, baik malaikat, nabi, maupun rasul, masalah ini adalah perkara yang ghaib dan hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Allah berfirman:

“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-A’raaf: 187).

Juga dalam Firman-Nya:

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah,’ dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzaab: 63).

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh Malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, kemudian Jibril bertanya tentang kapan akan terjadinya hari kiamat, Jibril bertanya: “Kabarkanlah kepadaku, kapan terjadi Kiamat?” Kemudian Muhammad menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.”[6][7]

Meskipun waktu terjadinya hari Kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya tentang tanda-tanda Kiamat tersebut. Kemudian Muhammad menyampaikan kepada ummatnya tentang tanda-tanda Kiamat. Para ulama membaginya menjadi dua:

Tanda-tanda Kiamat

Nabi Muhammad bersabda: “Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi, memakan riba, banyaknya anak-anak hasil perzinahan, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli munkar lebih banyak menonjol dari ahli haq.”

Beberapa hadist lain juga menjelaskan tentang datangnya hari kiamat ini.

“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum bangsa Arab dipimpin oleh seseorang dari keluarga Muhammad dan memiliki nama yang sama.”[8]

Dikatakan pula dalam banyak hadits-hadits, menunjukkan bahwa peradaban besar yang telah menciptakan kekuatan dan senjata dahsyat akan hilang.

Dugaan kuat adalah habisnya sumber daya alam dan mereka akan saling bertempur dan hancur. Kemudian manusia akan kembali seperti semula, berperang di atas kuda dengan menggunakan pedang, tombak, tameng, zirah dan sejenisnya.

Tanda-tanda Hari Penghakiman

Pertanda Kecil

Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.

Pertanda hari kiamat telah disampaikan oleh Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun yang lalu.

Berikut adalah pertanda hari penghakiman yang dikutip dari Harun Yahya dan lainnya, berdasarkan hadits shahih.

Sejak diutus sampai wafatnya Nabi Muhammad.[9][10][11]: Terbelahnya bulan pada masa penyebaran Islam [12][13][14]; Api dari tanah Hijaz yang menerangi punuk-punuk unta.[15]; Terhapusnya jizyah dan pajak.[16]; Munculnya Khawarij.[17]; Penggembala menjadi kaya.[18]; Dicabutnya nikmat waktu, maka waktu berputar serasa lebih cepat.[19]; Banyaknya kaum wanita dan sedikitnya kaum pria.[20]; Baitul Maqdis dikuasai umat Islam.[21]; Perang antara Yahudi dan Islam.[22][23]; Jazirah Arab kembali penuh dengan kebun-kebun & sungai-sungai.[24]; Sungai Efrat mengeluarkan bukit emas.[25]; Banyak terjadi al Harj yaitu pembunuhan massal.[26]; Penghancuran kota-kota besar oleh tangan manusia (akibat perang) dan peristiwa alamiah.[27]; Kehancuran nilai moral[28][29]; Perzinahan dilakukan secara terbuka dan bebas,[30][31]; Pengingkaran terhadap agama. Agama sebagai simbol atau tameng untuk kepentingan pribadi; Umat Islam berlomba membangun an memperindah masjid dan membangga-banggakannya,[32][33][34] padahal nabi tidak pernah memerintahkan untuk bermegah-megah dalam membangun masjid,[35]; Umat Islam banyak membaca Al Qur’an tetapi tidak mengamalkannya dengan benar dan menentang hadist dan sunnah,[36]; Kemusyrikan merajalela di kalangan umat Islam[37]; mempercayai ramalan rasi bintang,[38]; Mengingkari qadar (takdir atau ketetapan Allah).[38]; Kehancuran tatanan masyarakat/ dominannya fitnah.[39][40]; Disia-siakannya amanat/segala urusan ditangani oleh yang bukan ahlinya,[41]; Menyebarnya riba dan harta haram,[42][43]; Kecurangan/banyak penguasa dan polisi yang zhalim,[44][45]; Ketergantungan pada obat bius dan minuman keras.[46]; Penyanyi wanita dan alat-alat musik menjadi populer[47] dan musik dianggap hal biasa oleh umat Islam,[48][49]; Orang berlomba-lomba membangun gedung-gedung pencakar langit,[50].

Pertanda Besar

Tanda kiamat besar adalah perkara yang sangat besar yang muncul di mana kiamat sudah sangat dekat, kemunculannya tidak biasa terjadi dan mayoritas tanda-tandanya belum muncul, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa, Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.

Hudzaifah bin Arsyad al-Ghifari berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan?” Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.” Muhammad bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda.[51]

Kesepuluh tanda besar itu adalah:

Muncul dukhan (asap) yang menutupi bumi selama 40 hari,[52]; Munculnya Dajal,Turunnya Nabi Isa, Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj,[53]; Munculnya Dabbatul Ard yaitu monster melata dari perut bumi,[54]; Matahari terbit dari sebelah barat,[55]; Tiga gerhana terjadi di Timur, Barat dan Jazirah Arab; Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka yaitu mahsyar.[56][57][58].

Kemudian tanda-tanda yang lainnya adalah sebagai berikut:

Hari tidak akan berakhir sehingga bangsa Arab akan dipimpin oleh seorang dari keturunan Muhammad dengan nama yang sama persis yaitu, Muhammad bin Abdullah.[59]; Muncul angin yang lebih lembut dari sutera dari Yaman,[60]; Hilangnya Islam, Al Qur’an dan musnahnya orang-orang shaleh; Manusia kembali ke zaman jahiliah dan penyembahan berhala,[61]; Penghancuran Ka’bah oleh Dzus-Suwaiqatayn,[62].

Perbedaan antara Pertanda Kiamat Kecil dan Besar

Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah sebagai berikut:

Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.

Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat. Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya, dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.

Peniupan Sangkakala

Ketika saatnya tiba yaitu pada hari kiamat, atas perintah Allah maka sangkakala akan ditiup oleh Israfil dalam tiga kala[63], yaitu tiupan:

_Nafkhatul Faza’_ (mengagetkan, menakutkan, menghancurkan); Tiupan dahsyat yang pertama akan menggemparkan seluruh makhluk hidup. Allah memerintahkan Israfil memperpanjang tiupan itu tanpa berhenti. Maka gunung-gunung akan bergerak seperti awan, lalu luluh-lantak. Bumi berguncang hebat, penghuninya bagaikan anai-anai yang beterbangan, planet akan saling bertabrakan. Semua ciptaan-Nya di alam semesta hancur lebur.

_Nafkhatus Sha’iq_ (mematikan), Jibril, Mikail, Israfil dan Hamalatul ‘Arsy dimatikan oleh Allah. Malaikat terakhir yang dimatikan oleh Allah ialah ‘Izrail sang Malaikat Maut. Sejak itu tak ada lagi yang hidup, kecuali Allah yang Maha Ahad, Maha Mengalahkan, Maha Sendiri, Tempat bergantung semua makhluk, Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dialah yang Maha Awal dan Maha Akhir.

_Nafkhatul Ba’ats/Qiyam_ (menghidupkan kembali atau membangkitkan). Miliaran manusia sejak Adam hingga manusia yang hidup terakhir kali saat alam semesta dihancurkan, mereka menunggu giliran diadili satu per satu di mahsyar, tak ada naungan dan perlindungan selain dari diri-Nya pada hari itu.
Menurut ajaran Islam lama waktu menunggu itu 50.000 tahun akhirat.

Jarak antara tiupan pertama dan selanjutnya dikatakan sejarak empat puluh (tidak dijelaskan lebih rinci berupa sejumlah hari, bulan atau tahun).[64]

Setelah semua alam semesta hancur dan semua makhluk mati, kemudian Allah menghidupkan kembali para umatnya untuk dikumpulkan dan diadili. Kesemua proses penciptaan sampai dengan penghancuran telah selesai, yang semuanya telah ditulis dalam Lauh Mahfuzh.

Yawm al-Qiyamah

Yawm al-Qiyāmah (Arab: يوم القيامة; Yawm al-Bats (يوم البث)) adalah “Hari Kebangkitan” seluruh makhluk dari kematian, dalam keadaan telanjang dan tidak berkhitan menurut syariat Islam. Setelah kebangkitan selanjutnya akan memasuki fase kehidupan di mahsyar.

Yaum al-Mahsyar adalah hari berkumpulnya seluruh makhluk dari awal zaman hingga akhir zaman, yang telah dibangkitkan dari mati/ kuburnya, kemudian akan dihimpun ke mahsyar.

Pada masa ini orang akan sibuk dengan urusan masing-masing, menunggu keputusan yang seadil-adilnya. Masa Peradlian ini disebut sebagai Yawm al-Hisab (Arab: يومالحسب), adalah perhitungan atau peradilan Tuhan. Pada saat ini, segala amal ibadah dan dosa yang diperbuat semasa hidup di dunia. Berdasarkan Al-Qur’an surah Az Zumar, yang berbunyi: “…dan terang benderanglah Bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. (Az Zumar 39:69).”

Titian Jahannam

Selanjutnya akan diberangkatkan menuju jembatan yang menghubungkan mahsyar dengan surga, dan di bawah titian itu terdapat neraka. Bentuknya diyakini lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari mata pedang, untuk menyortir yang berhak masuk surga akan melewati jembatan tersebut dengan cepat atau lambat, sedangkan sebagian lagi akan jatuh ke dasar neraka.

Pada tahapan penyortiran inilah akhir dari perjalanan seorang makhluk, entah dia berada di surga atau neraka, kesemuanya berdasarkan amal (perbuatan) semasa hidupnya di dunia. Inilah alam baqa, fase akhir perjalanan seluruh makhluk.

Catatan Kaki

1. Eschatology as a noun, based on WordNet 3.0, Farlex clipart collection. © 2003-2008 Princeton University, Farlex Inc.

2. “Kiamat tidak akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.” (Hadits riwayat Muslim 5243).

3. “Termasuk dalam golongan sejahat-jahatnya manusia ialah orang yang didapati pada waktu tibanya hari kiamat itu dan mereka masih hidup.” (Hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim).

4. “…dan tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (Hadits riwayat Muslim).

5. “Belum akan kiamat sehingga tidak ada lagi di muka bumi orang yang menyebut “Allah, Allah.” (Hadits riwayat Muslim).

6. Hadits shahih riwayat Muslim (no. 2, 3, 4 , 8, 9 dan 10.), Abu Dawud (no. 4605, 4697), at-Tirmidzi (no. 2610), Ibnu Majah (no. 63) dan Ahmad (I/52).

7. Hadits riwayat Bukhari no. 50.

8. Dari Abdullah bin Mas’ud berkata, rasulullah bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” Hadits riwayat Imam Ahmad.

9. Jabir berkata, ”Adalah rasulullah jika dia khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, dia bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Dia melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui Jabir.

10. Auf bin Malik yang telah disebutkan sebelumnya, Nabi Muhammad bersabda, “hitunglah enam hal diambang kiamat: kewafatanku,…”

11. Hadits riwayat Imam Ahmad dalam musnad-nya dari Abu Jubairah bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Aku diutus diawal tanda kiamat.” (Silsilah al-Hadits ash-Shahihah, II hal. 467 no.808).

12. Berdasarkan kisah dari para sahabat nabi yaitu, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abdullah bin Masud dan lainnya.

13. Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Surah al-Qamar, ayat 54:1-2.

14. “Menurut at-Tabari, seluruh ahlul Ta’wil menyetujui keutamaan ini sebagai tanda pewahyuan ayat ini.” cf. Thomas E. Burman, Religious Polemic and the Intellectual History of the Mozarabs, C.1050-1200, p.150.

15. Hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sampai muncul api dari tanah Hijaz yang menerangi punuk-punuk unta di Basrah.”

16. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Muhammad bersabda, “Iraq akan terhalang dari dirham dan qafiz-nya. Syam terhalang dari mudd dan dinarnya. Mesir terhalang dari irbid dan dinarnya. Kalian akan kembali seperti semula.”

17. Dari Ali bin Abi Thalib berkata, saya mendengar rasulullah bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala pada hari Kiamat.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

18. Rasulullah ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu dia menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim.

19. Hadits riwayat Bukhari XIII/81-82, Ahmad II/537, & Muslim.

20. Dari Anas bin Malik bahwa rasulullah bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmidzi.

21. ”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Nabi Muhammad), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Tabrani dari Mua’dz bin Jabal.

22. Abu Hurairah berkata, Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang Islam diperangi oleh orang-orang Yahudi, dan orang-orang Islam memerangi (membunuh) mereka. Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim.

23. Dari Abu Hurairah bahwa rasulullah  bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan, dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim.

24. Hadits riwayat Muslim VII/97.

25. Dari Abu Hurairah bahwa rasulullah  bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya, dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang, dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Muttafaqun ‘alaihidari Abu Hurairah.

26. Muhammad bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi harj. Sahabat bertanya apa itu harj, ya rasulullah?” Muhammad Menjawab, “Al Harj adalah pembunuhan…pembunuhan.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslimdari Abu Hurairah dan Imam Bukhari XIII/14, XVIII/13).

27. Sering terjadinya gempa bumi, tanah longsor, perubahan muka dan kerusuhan. (Hadits riwayat Bukhari XIII/81-82, Tirmidzi VI/418).

28. Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim kisah dari Anas, bahwa Muhammad bersabda, “Sungguh di antara tanda-tanda kiamat perzinaan, banyaknya wanita sampai perbandingannya 50: 1.”

29. Hadits riwayat Bukhari Muslim “Ilmu sedikit dan kejahilan muncul.”

30. Al Bazzar dalam Musnad-nya dan Ibnu Hibban dalam shahihnya meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Muhammad bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama di jalan seperti keledai.” Abdullah bin Umar bertanya,”Itu sungguh terjadi?” Muhammad menjawab, “Ya, itu sungguh terjadi.” Hadits riwayat Al Bazzar dan Ibnu Hibban kisah dari Abdullah bin Umar.

31. “Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah akan mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus dibawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keledai. Pada merekalah kiamat terjadi.” Hadits riwayat Muslim, Ahmad, al-Hakim dan an-Nawwas bin Sam’an.

32. Dari Anas bahwa Nabi Muhammad  bersabda, “Di antara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban.

33. Dari Anas diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad   bersabda, “Di antara tanda kiamat adalah manusia berlomba-lomba membangun masjid.” Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad-nya III//134, An Nasa’i II/32, Abu Dawud, ad-Darimi dan Ibnu Khuzaimah.

34. Rasulullah  bersabda “Tidak akan terjadi kiamat hingga manusia berbangga bangga dengan masjid.” (hadist sahih musnad Ahmad 3:134,145, An Nasa’i 2:32, Abu Dawud 449, Ibnu Majah 779).

35. Rasulullah di lain tempat berkata “Aku tidak diutus untuk menjulangkan masjid-masjid.” (Sahih Sunan Abu Dawud: 448).

36. Hadits riwayat Abu Dawud.

37. Hadits riwayat Abu Dawud XI/322-324.

38. a b Hadits riwayat Al-Haythami.

39. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah  bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

40. Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya menjelang datangnya Hari Kiamat akan muncul banyak fitnah besar bagaikan malam yang gelap gulita…” (Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim, sanadnya shahih).

41. Jabir berkata, tatkala nabi berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat?” Rasulullah   terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah  mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul tidak mendengar.” Setelah Rasulullah menyelesaikan perkataannya, dia bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai rasulullah.” Rasulullah berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui Jabir.

42. Dari Abu Hurairah berkata, rasulullah   bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

43. Dari Abu Hurairah berkata, rasulullah   bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Bukhari).

44. “Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh At-Tabrani dan Ahmad, V/250).

45. Rasululah bersabda: “Bersegeralah kamu melakukan amal shalih sebelum datang enam perkara: pemerintahan orang orang jahil, banyaknya polisi, penjual belian hukum atau jabatan, memandang remeh terhadap darah, pemutusan silaturrahim, adanya manusia yang menjadikan Al-Qur’an sebagai seruling di mana mereka menunjuk seorang imam untuk shalat jamaah agar ia dapat menyaksikan keindahannya dalam membaca Al-Qur’an, meskipun ia paling sedikit ke-faqihannya,” (Musnad Ahmad, At Thabrani, Ash Shaihhah Albani 979).

46. Hadits riwayat Bukhari & Muslim.

47. Hadits riwayat At-Tirmidi.

48. “Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat yang melalaikan”. (Hadits riwayat Bukhari).

49. Hadits riwayat Al-Haythami.

50. Hadits riwayat Bukhari I/161-164, Muslim I/158.

51. Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari, berkata: Rasulullah muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah  bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah bersabda, ”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian rasulullah menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as., Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana (gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab), dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke mahsyar. (Hadits riwayat Imam Muslim).

52. “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.” (Ad-Dhukan 44:10-11).

53. Ya’juj dan Ma’juj adalah dua kelompok umat yang besar dari Bani Adam. Mereka adalah orang-orang super kuat dan berbuat kerusakan di muka bumi, kemudian Nabi Isa menghancurkan mereka semua. Allah Ta’ala berfirman: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Al-Anbiya 21: 96).

54. Hadits riwayat Imam Ahmad, Bukhari dan al-Kabir, al-Baghwi dalam hadits ‘Ali bin Ja’d dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Isfahan meriwayatkan dengan sanad marfu’ yang shahih dari Abu Umamah bahwa Muhammad bersabda, “Binatang melata akan keluar. Binatang itu akan meninggalkan tanda (bekas) di hidung orang-orang, kemudian orang-orang yang terkena itu akan bertambah banyak, sehingga ketika seorang laki-laki membeli unta dan ditanya, “Dari siapa kau membeli unta ini?” Ia menjawab, “Dari salah seorang yang bertanda di hidungnya.”

55. Kisah dari Abu Hurairah bahwa Muhammad bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya. Jika terbit begitu dan dilihat oleh semua manusia, mereka semua akan beriman. Ketika itu, iman seseorang yang tidak beriman sebelumnya atau tidak yang melakukan kebaikan dengan keimanannya, tidak berguna lagi.” Hadits riwayat Imam Bukhari (Fath al-Bari, XI h.352) dan Imam Muslim (I, h.37, no.157).

56. Hadits riwayat Imam Muslim, IV h.2225 no. 2901. Muhammad  bersabda, “Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ketempat mereka dihimpun.”

57. Abdullah bin Salam mengisahkan tentang pertanyaannya kepada Muhammad, Abdul bin Salam bertanya, “Saya akan menanyakan 3 masalah (apa pertanda kiamat)?” Nabi pun menjawab, “Tanda pertamanya adalah api yang menghimpun manusia dari Timur ke Barat.

58. At-Turmudzi diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Muhammad bersabda, “Sebelum kiamat, akan keluar api dari Hadhramaut yang menghimpunkan manusia.” Para sahabat bertanya, “Ya rasulallah, apa yang harus kami lakukan saat itu?” Ia menjawab, “Jangan pergi ke Syam.” (Jami’ al-Ushul, X h. 368 No.7888, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III h.203, No.3603).

59. Dari Abdullah bin Mas’ud berkata, rasulullah   bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” Hadits riwayat Imam Ahmad.

60. “Allah akan mengirimkan angin dari Yaman, lebih lembut dari sutera. Angin itu akan mencabut nyawa setiap orang yang dihatinya terdapat keimanan walau sebesar atom.” (Hadits riwayat Imam Muslim dari kisah Abu Hurairah no. 7915. Jami’al Ushul X hal. 410).

61. Kisah dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sebelum pinggul-pinggul kaum wanita Suku Daus bergoyang di sekeliling Dzu al-Khalashah, yaitu sebuah berhala yang disembah Suku Daus di Tabalah pada zaman Jahiliyah.” (Tabalah adalah nama daerah di Yaman) (Hadits shahih riwayat Imam Muslim No. 5173).

62. Kisah dari Abu Hurairah bahwa Muhammad bersabda, “Dzussawaiqatayn dari Habasyah akan menghancurkan Ka’bah. (Hadits riwayat Imam Muslim, IV h.2232, no.2909).

63. Tiga tiupan Sangkakala di Swaramuslim.net

64. Jarak tiupan pertama dan selanjutnya.

Referensi

1. “Pertanda Hari Kiamat Berdasarkan Harun Yahya” di Multiply.com _Tanda-tanda Hari Kiamat._

2. “Ensiklopedia Kiamat” oleh Dr.Umar Sulaiman al-Asygar di Books Google.co.id

3. Hadits tentang “Penyembahan Berhala oleh Suku Daus di Tabalah.”

4. “Hari Akhir” di situs web Belajar Islam.com

(Wikipedia)

Oleh : Awang Dadang Hermawan : Mantan Wk. SekJend Laznah Tanfidiyah Dewan Pimpinan Pusat Partai Syarikat Islam Indonesia /DPP PSII – Periode 1998/2003) ( DPP PSII 1905 Parpol Peserta Pemilu 1999 Nomor 17)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com