Darurat Covid-19, Masyarakat dan Pemda Kuningan tidak Boleh Santuy!

KUNINGAN (MASS) – Seiring dengan meningkatnya penyebaran Covid19 di Indonesia, diharapkan masyarakat dan pemerintah daerah Kuningan tidak boleh santuy (Santai) . Hingga Sabtu (21/3/2020) sore ini, data pemerintah pusat menyebutkan bahwa total ada 450 kasus pasien Covid-19 atau positif virus corona.

Angka ini bertambah 81 kasus dari pengumuman Jumat  (20/03/2020) 369. Merujuk dari data tersebut sudah sepatutnya pemerintah daerah menyikapi lebih serius dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid19 di kabupaten Kuningan.

Sebagai warga, tentu saya berhusnudzon bahwa pemerintah terus bekerja. Namun saya juga berharap kerja-kerja pemerintah tidak hanya sekedar seremonial, perlu langkah strategis, taktis, dan berani sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Karena sekali lagi kita berpacu dengan waktu dan sebaran Covid19 yang begitu pesat. Apa saja yang bisa dilakukan ? Barangkali beberapa point berikut bisa menjadi masukan bagi pemerintah.

Pertama, Meningkatkan Edukasi dan Publikasi Covid19 kepada masyarakat. Publikasi dan edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, Pemda bisa menggunakan Reklame-reklame milik pemerintah sebagai media publikasi yang berisi pesan ajakan hidup sehat, dan upaya-upaya pencegahan dll.

Pemda mengajak peran serta Anggota Dewan secara aktif yang bersifat wajib untuk melakukan hal yang sama, jika dulu pada saat kontestasi kita banyak melihat perang baligho dan spanduk dimana-dimana, maka saya berharap mereka melakukannya lagi dengan pesan yang berbeda diselaraskan dengan pemerintah minimimal disetiap dapilnya.

Kemudian duplikasi disetiap desa, bupati bisa membuat surat edaran yang berisi setiap desa diwajibkan membuat baligho terkait Covid-19. Adapun materi publikasi bisa diselaraskan dengan pemerintah.

Jika point pertama dilakukan secara massif, sistematis dan terstruktur, saya yakin masyarakat kuningan akan tercerahkan dan semakin meningkatkan kewaspadaan.

Kedua, Optimalisasi Media Centre. Jika pemerintah daerah sudah membentuk media centre maka hari-hari kedepan peran dari media centre perlu ditingkatkan.

Peran dan fungsi media centre sebagai pusat informasi bisa disinergikan dan mengajak peran serta masyarakat yang memiliki kompetensi sebagai Content Creator, Desain Grafis, Selebgram dan memberdayakan MOKA Kuningan untuk sama-sama menyebarkan positif campaign seperti social distancing dan program-program pemerintah lainnya.

Mungkin pemerintah bisa membuat sayembara sederhana tentang Ajakan Hidup sehat, dan edukasi tentang covid dengan iming-iming hadiah.

Kemudian Media Centre juga berperan untuk menjelaskan data-data yang ada di Pikobar, agar masyarakat tidak salah dalam membaca data sehingga tidak menimbulkan kepanikan. Contoh kasus, di website pikobar ada 1 warga kuningan yang meninggal karena covid19, setelah dikonfirmasi ternyata warga tersebut berada dan meninggal di luar Kuningan.

Begitupun dengan status warga ODP, apakah semua warga yang ODP ini sedang berada di kuningan ? Atau sedang berada di kota lain?

Jika ternyata sedang berada di Luar Kuningan, maka secara sederhana kita bisa membaca pola kerja Pikobar ini menggunakan data sesuai dengan KTP, betul warga Kuningan tetapi sedang berada di kota A atau kota B.  Kalaupun stastus warga ODP ini sedang berada di kuningan, maka masyarakat akan meningkatkan kewaspadaan.

Adapun point ketiga dan ke empat tentang Sektor Ekonomi dan Kesehatan, saya tidak cukup kompeten untuk menuliskannya, 2 point tentang edukasi covid19 jika dilakukan dengan baik, saya menyakini masyarakat akan tercerahkan dan semakin waspada.

Perang melawan covid19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, mari terus bersinergi dan ikuti arahan-arahan pemerintah, tumbuhkan empati kepada sesame dan mari berbagi dengan segenap kemampuan yang kita bisa, sekecil apapun ikhtiar kita hari ini akan sangat berdampak besar jika dilakukan bersama.***

Penulis :  Abdul Mukti

Alumni STKIP Muhammadiyah Kuningan tinggal di desa Cikadu – Nusaherang.

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com