Corona Mendidik Dengan Cara-Nya

KUNINGAN (MASS) – Mendengar kata Corona teringat sebuah Negara dengan julukan Tirai Bambu, Panda, dan Tembok Raksasa atau dikenal dengan Negara Cina. Karena disinilah awal mula wabah Corona terjadi kemunculannya yang di sinyalir mulai mewabah 31 Desember 2019 di Kota Wuhan Hubei Tiongkok. Lalu menyebar dengan cepat hingga menjadi pandemi di seluruh Dunia. Sehingga WHO menetapkan 11 Maret 2020 merupakan pandemi global. Virus ini begitu dahsyat yang dengan sekejap mengguncang dunia dan meluluhlantakan tatanan kehidupan. Sehingga menyebabkan jutaan manusia terpapar di seluruh dunia dan mengakibatkan puluhan ribu meregang nyawa.

Virus corona menyebar dengan exsponensial total kasus positif Covid-19 yang telah menginjak angka 3,6 juta jiwa telah mewabah di 212 negara di dunia. Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman WorldoMeters, per Senin, 4 Mei 2020. Jumlah total kasus di dunia mencapai angka 3.640.518 orang positif Covid-19. Tercatat telah terjadi penambahan kasus barunya sebanyak, 76.829 pasien positif dari 212 negara.

Dari total kasus di dunia, pada Selasa, 5 Mei 2020, terkonfirmasi 251.816 kematian akibat virus corona dan sudah 1.192.909 pasien yang dinyatakan sembuh. Amerika Serikat (AS) masih menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan total kasus positif COVID-19 tertinggi, Spanyol kedua, dan Italia ketiga terbanyak di dunia. Negara yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump ini, telah mengonfirmasi sebanyak 23.136 kasus baru, sehingga totalnya sampai hari ini mencapai 1.211.258.Total kasus dengan kematian di AS pun masih menjadi yang tebanyak di dunia, tercatat ada 992 penambahan, sehingga menjadi 69.589 orang yang meninggal dunia, sedangkan pasien yang telah dinyatakan sembuh sudah mencapai 186.991.

Sedangkan data penyebaran di Indonesia menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achamad Yurianto per Rabu (6/5/2020); total 12.438 kasus, 895 korban jiwa, 2.317 pasien sembuh dari Covid-19. Data di Kabupaten Kuningan di kutip dari http:///covid19.kuningankab.go.id per Rabu (6/5/2020); orang tanpa gejala 170, Orang Dalam Pemantauan 1.484, Pasien Dalam Pengawasan 108 hingga total 1.762 kasus.

Dampak dari pandemi Corona sangat terasa terutama di sektor Rumah Tangga, UMKM, Koorporasi (Perusahaan), Sektor Keuangan, Sektor Transfortasi, Sektor Pariwisata dll. Sementara ada juga sektor yang tetap bisa eksis seperti jasa logistik, telekomunikasi, industri makanan dan minuman, farmasi, tekstil namun mereka juga bukan tanpa masalah karena di hadapkan pada regulasi pemerintah dalam rangka penekanan wabah corona tersebut.

Bagi hamba-Nya yang beriman dan berpikir, kejadian Virus Corona menjadi sebuah momentum untuk berhenti sejenak melakukan renungan dan muhasabah. Karena selama ini bisa jadi sibuk melakukan urusan dunia tetapi melupakan urusan akhirat sehingga Allah memberhentikan aktifitas setiap hamba-Nya dengan adanya pandemi Corona. Dan Sang Maha Pencipnta begitu maha Besarnya atas segala penciptan-Nya, bisa jadi hamba-Nya selama ini sombong karena tahta, harta, dan kepemilikan lainnya. Padahal itu bukan miliknya melainkan hanyalah titipan yang suatu saat akan kembali pada-Nya hanya amal sholeh yang menemaninya.

Kejadian dimuka bumi ini termasuk Corona terlepas apakah benar-benar Pandemi ataupun konspirasi tentunya atas seizin-Nya karena setiap kejadian bukan kebetulan tetapi ada yang mengaturnya sebagimana dalam firman Allah
ٱللَّهُ ٱلَّذِى رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ
يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu. (Q.S Ar-Rad Ayat 2)

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ
ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Q.S Al-an’am Ayat 59)

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Q.S Al-Hadid Ayat 22)

Diantara sektor yang terdampak adalah pendidikan ketika pemerintah melalui kementrian Pendidikan memindahkan proses pembelajaran dari sekolah/madrasah menjadi di rumah, sehingga mengakibatkan kelimpungan semua pihak karena pembelajaran harus dilakukan dengan daring. Karena sistem daring mengalami beberapa kenadala diantarnya: sisi penguasaan teknologi, sarana prasarana, biaya, jaringan internet tidak semuanya mendukung terlebih di daerah terpencil.

Pandemi Corona mampu Memberikan Pendidikan dengan Cara-Nya pada Dunia pendidikan diantaranya:

  1. Menjadi pembelajar yang cepat
    Saat kejadian Pandemi Corona begitu cepat kemudian sektor pendidikan berjalan tidak normal maka para pemangku kebijakan pendidikan, pengelola, pelaksana langsung beradaptasi melakukan pembelajaran dengan cepat sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Walaupun masih banyak keterbatasan tetapi tidak menjadi halangan pepatah mengatakan “tak ada akar rotan pun jadi” atau menggunakan istilah “the power of kepepet” menjadikan potensi yang dimilki dioptimalkan agar proses pendidikan tidak berhenti menyesuaikan situasi dan kondisi. Tidak terkecuali para Guru beradaptasi dengan cepat merespon pembelajaran daring dengan belajar teknologi.

2. Peningkatan Kompetensi
Corona menuntut dan menjadikan peningkatan kompetensi terutama untuk mendukung kegiatan daring yaitu penguasaan teknologi, disaat pembelajaran normal dilaksanakan di kelas berlangsung tatap muka penggunaan teknologi masih belum optimal namun saat terjadi pandemi corona ada tuntutan penguasaan teknologi seperti: whatsap, facebook, youtube, IG, zoom, quizizz, google form dan aplikasi lainnya. Selain kemampuan teknologi para pendidik saat WFH menjadi rajin menulis artikel, modul, buku sekaligus meningkatkan daya baca. Namun secanggih apapun teknologi tidak bisa menggantikan peranan Guru, karena Guru bukan hanya mentransfer knowledge tetapi menjadi rule model yang memberikan value bagi peserta didiknya.

3. Pradigma Baru Pendidikan
Selama ini pradigma pendidikan orientasinya mindset akademik dengan berbagai tuntutan kurikulum dan akademik yang begitu banyak membebani peserta didik sehingga potensi yang dimilki siswa tidak berkembang dengan adanya pandemi corona bisa menjadikan Pradigma Baru Pendidikan agar siap dan mampu menghadapi realita kehidupan memecahkan masalah yang terjadi berdasarkan kebutuhan di lapangan sesuai potensi peserta didik diantaranya bagaimana mereka memiliki peningkatan spiritual, karakter hidup sehat, kepedulian sosial yang tidak hanya diukur secara kuantitatif.

Semoga pandemi Corona segera berlalu yang telah memberikan begitu banyak pendidikan dengan cara-Nya dan yakinlah banyak hikmah dari setiap kejadian khususnya sektor pendidikan. Bagi umat Islam sudah tidak asing lagi Firman Allh SWT tinggal bagaimana diinternalisasi menjadi sebuah believe di ulang sampai dua kali sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Insyiroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Insyiroh: 6)

Semoga bermanfaat!
Wallahu ‘Alam Bishowab

Udin Saprudin, M.Pd
Trainer AMCo Learning Center
Guru SDIT Al-Multazam