Antara Revitalisasi Tamkot dan Korban Bencana

KUNINGAN (MASS) – Niat dari Pemerintah, yang disampaikan oleh Pak Sekda Dian Rachmat Yanuar terkait penataan Taman Kota dengan harapan bisa mengintegrasikan Taman Kota dan Masjid Agung Syiarul Islam cukup baik dalam tatanan wacana dan rencana. Apalagi, anggaran penataan diperoleh dari APBD Provinsi Jabar, yang tidak mengganggu postur APBD Kuningan.

Namun, ada beberapa catatan menurut saya sebagai warga dan masyarakat yang dibuktikan dengan KTP Kuningan. Pemda Kuningan nampak tidak memiliki Program Pembangunan Jangka Panjang ataupun Jangka Menengah.

Hal ini dapat terlihat dengan anggaran perbaikan/revitalisasi beberapa gedung yang kedepan katanya akan turut diratakan dengan tanah demi revitalisasi Taman Kota seperti (Gedung Pemuda/KNPI, Gedung Dewan Pendidikan) yang baru saja digelontorkan kurang dari 2 tahun kebelakang.

Urgensi untuk revitalisasi Taman Kota Kuningan ini tidak masuk akal, pasalnya ada hal lain yang harus pemda perhatikan dalam mengambil sebuah keputusan. Bencana yang dahulu terjadi di Kabupaten Kuningan kini menyisakan korban yang masih tinggal di hunian sementara, merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Pemda Kuningan.

Meski bantuan 15 M bukan dari APBD Kuningan, namun yang harus dipikirkan kedepan adalah biaya perawatan kedepannya. Karena, dalam beberapa tahun terakhir Kuningan nampak lebih mengedepankan pembangunan taman dll, yang tentunya akan menjadi beban berkelanjutan di APBD Kab. Kuningan.

Seperti kita ketahui, anggaran APBD Kuningan, hampir 60% digunakan untuk belanja pegawai. Jika 40% yang seharusnya difokuskan untuk program pembangunan lainnya terbebani dengan biaya maintance dari pembangunan-pembangunan yang tidak produktif. Tentunya akan menghambat sedikit banyak pada program pembangunan lainnya.

Terutama dalam mewujudkan misi visi Kuningan MAJU disini akan terhambat dengan adanya kebutuhan kebutuhan yang berkelanjutan untuk melakukan perawatan taman yang ada di Kab Kuningan.

Jika Kuningan ingin mengikuti Kota Bandung, terkait meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakatnya. Sudah benar, jika Pemda Kuningan lebih memilih membangun taman dan Ruang terbuka lainnya.

Namun yang harus pemda sendiri perhatikan kebutuhan sekarang masyarakat Kuningan itu apa saja? Masih banyaknya penganguran di Kab Kuningan, masih banyaknya keluarga harapan, masih belum terealisasinya program pemerintah yang meningkatkan ekonomi kemasyarakatan, ini menjadi PR serius untuk mewujudkan Kuningan MAJU.

Dengan banyaknya taman-taman dan tempat wisata di Kab Kuningan menurut saya, kebahagian itu adalah kebahagiaan semu karena tidak berdampak secara peningkatan taraf ekonomi masyarakatnya.***

Penulis: Herdiana (Demisioner Ketua Hima Pangan 2018)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com