Antara Mobil Dinas dan Kemiskinan

KUNINGAN (MASS) – Februari lalu pemerintah daerah melaksanakan Pengadaan mobil dinas baru sebanyak 8 unit yang dianggaran kurang lebih Rp4 miliar. Seperti diketahui delapan unit itu terdiri dari Mitsubishi Pajero (Bupati), Toyota Furtuner (Wabup, Sekda, Dandim, Kajari, Kepala PN). Sedangkan Ketua DPRD Toyota Hilux dan Kapolres Toyota Haice.

Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Kuningan menyayangkan kebijakan yang diambil Pemda tersebut karena berdasarkan data BPS tahun 2018 di kabupaten Kuningan masih memiliki 131.160 penduduk miskin, kemudian dari 475.284 angkatan kerja sebanyak 42.735 orang masih tercatat sebagai pengangguran.

Belum lagi ditambah dengan persoalan pendidikan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun keatas di kabupaten Kuningan pada tahun 2017 hanya mencapai 7,35 tahun , hal ini menunjukan bahwa rata-rata penduduk kabupaten Kuningan baru mampu menempuh pendidikan sampai kelas 1 SMP atau putus dikelas 2 SMP. Angka tersebut masih dibawah capaian Jawa barat yang mencapai 8,14 tahun.

Berdasarkan data diatas pemerintah daerah harusnya lebih peka dan bijaksana dalam membuat kebijakan , disertai dengan perencanaan yang matang. Agar angka kemiskinan di Kuningan bisa diperkecil lagi.

Kemudian terkait dengan pengangguran,kami berharap pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas lapangan kerja di kabupaten kuningan dengan membuat kebijakan yang progresif, sehingga para pengangguran tidak kesulitan mencari pekerjaan di daerahnya sendiri.

Kami harapkan pemerintah daerah bisa mengarahkan kebijakannya untuk membereskan serangkaian masalah yang ada di Kuningan, serta tidak melakukan pemborosan anggaran untuk hal yang sifatnya tidak urgent.***

Penulis: Mohamad Agung Tri Sutrisno

Ketua Umum PC IMM Kuningan

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com