Alam Mampu Memberi Tapi Terkadang Kita Tidak Peduli

KUNINGAN (MASS) – Manusia memang hanya ingin memuaskan hasrat dirinya saja. Berpura-pura mencintai alam dengan mengikuti organisasi-organisasi (yang berkaitan dengan alam). Mereka terang-benderang berteriak ‘Penyuka belantara’ tapi pada saat Ciremai terbakar—kemanakah mereka yang sering berkoar-koar.

Sudah beberapa hari kebelakang penyebab dasar kebakaran belum juga ditemukan. Sebagian mereka menyalahkan cuaca. Tapi, apakah kita sebagai makhluk berakal harus menyalahkan cuaca yang memang sering tiba. Apakah ketika bencana itu tiba pikiran kita buntu dan hanya mampu menyalahkan alam yang pilu.

Dugaan penyebab Ciremai terbakar mulai terlontar. Salah satu yang menurut saya tidak masuk logika adalah disebabkan oleh sebuah pentung rokok yang dibuang sembarang. Sehingga dari sebuah pentung rokok itu membakar daun kering akibat dari cuaca gersang yang membakar hektare-an belantara.

Dengan sebuah pentung rokok mereka yang haus dengan harta bisa dapat bersembunyi dicelah-celah kata. Ini semua bisa terjadi adalah keserakahan manusia akan harta.

Kemanakah jati diri manusia? Jati diri organisasi alam? Apakah tergadaikan oleh zona nyaman?

Lalu ada pula berita yang mempublikasikan penyebab terbakarnya gunung Ciremai adalah terhapusnya adat istiadat untuk menyuguhkan sesajen. Apakah memberi sesajen ini penting? Untuk menjaga gunung tetap aman-aman saja.

“Hmm… Entahlah”

Kini naik gunung telah disalahgunakan oleh beberapa dari kita. Yang seharusnya diniatkan untuk tafakur alam kini beralih ke berlomba-lomba mendapatkan like banyak di sosial media. Dengan meng-upload foto sebagai notifikasi ke khalayak. Apakah ini salah? Tentu tidak. Toh pada akhirnya kalau ini dipermasalahkan akan berujung dengan istilah “HAM”.

Boleh-boleh saja. Akan tetapi harus seimbang antara menikmati keindahannya dan membantu dari keterpurukan luka.

Lantas siapakah yang harus disalahkan? Cuaca? Sebuah pentung rokok? Atau hilangnya tradisi memberi sesajen?***

Penulis: Yazi Tarina

Desa Ciputat – Ciawigebang

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com