Mereka Keluar Rumah Bukan Untuk Tamasya

KUNINGAN (Mass)- Kebijakan ruas jalan dibuat satu arah banyak menuai kritik. Bukan karena dinilai minim sosialiasi tapi juga langkah tersebut membuat para sopir angkot bakal merugi.

Salah satu pemerhati kebijakan publik Boy Sandi Kartanegara angkat bicara mengenai perubahan arus lalu lintas. Menurut dia, membuat kebijakan mungkin bukan suatu yang susah bagi pemerintah. Yang sulit adalah menyakinkan masyarakat yang akan terkena dampak dari kebijakan itu.

Seperti yang sekarang ini tengah disosialisasikan soal perubahan arus lalu lintas. Bayangannya  sebelum itu dilakukan, dinas terkait sudah memberikan ilustrasi pada masyarakat melalui papan-apam informasi ke seantero Kuningan.

“Saya fikir ini bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Kalau masyarakat sudah punya gambaran dan memahami, barulah itu diterapkan. Agar tak menguras banyak tenaga untuk mengawal sosialisasi ini,” ujar Boy kepada kuninganmass.com, Sabtu (4/3/2017).

Diluar itu, Boy mengaku gagal faham dengan maksud angkot dialihkan keruas-ruas jalan yang sepi penumpang. Mereka keluar rumah bukan untuk tamasya keliling-keling  kota. Tapi  adalah menjemput nafkah mengejar setoran.

“Saya yakin, kalau rute mereka diubah ke titik yang lebih jauh asal padat penumpang, mereka bisa terima. Tapi meskipun rutenya pendek tapi hanya untuk menikmati angin sepoi-sepoi, jelas mereka keberatan,” ucapanya.

Ia memohon, untuk ketertiban, keindahan dan kenyamanan pemerintah perlu juga mempertimbangkan, jangan sampai masyarakatnya ada terancam kelaparan dari setiap kebijakan yang dibuat.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com