Jelang Lebaran, Peredaran Uang Palsu Merajalela

KUNINGAN (Mass) – Menjelang hari besar keagamaan umat Islam yakni Hari Raya Idul Fitri 1437 H, warga masyarakat khususnya para pedagang dihimbau agar mulai waspada dengan peredaran uang palsu. Sebab, memasuki musim meremaan menjelang hari raya Lebaran diyakini akan semakin marak peredaran uang palsu yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab.

Salah seorang pedagang gordyn di Pasar Kepuh Kuningan, Yatno mengaku telah kecolongan karena mendapatkan uang palsu pecahan Rp100 Ribu dari salah seorang pembeli, yang baru diketahui ketika hendak setor ke Bank. Yatno mendapati uang palsu itu sekira pukul 13.00 WIB siang ketika toko tengah ramai pembeli.

“Saya tidak tahu siapa yang membeli pakai uang tersebut, karena kondisinya ramai dan banyak transaksi. Jadi, saya juga tidak sempat mengecek uangnya satu persatu, dan baru ketahuan tadi saat ke bank ternyata dikembalikan karena palsu,” kata Yatno kepada awak media di lokasi pasar kemarin, Jumat (24/6).

Menurutnya, jika sepintas melihat upal tersebut sangat mirip dengan uang aslinya. Sebab, lembaran uang masih sangat baru dan terdapat benang pengaman serta gambar air seperti uang asli.

“Tapi saat dicek di bank, ternyata hologram logo BI tidak berubah warna saat digoyang dan nomor seri saat dicek dengan alat sinar UV pun ternyata tidak berubah warna,” terangnya.

Dari kejadian itu, akhirnya Yatno menyerahkan temua upal kepada petugas Diseprindag Pengelola Pasar Kepuh Arisman yang juga mitra BI. Bahkan, Ia mengaku sangat merugi dengan adanya upal karena sudah kehilangan barang juga kehilangan uang kembalian untuk oknum pembeli tersebut.

“Saya berharap kejadian ini tidak sampai terulang dan dialami oleh pedagang lain. Karena ini sangat merugikan, dan berharap pelaku pengedar uang palsu tersebut bisa ditangkap,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com