Hore! Asosiasi Teknisi Terbentuk

KUNINGAN (Mass)- Jumat lalu usai buka puasa bersama merupakan hari bersejarah bagi teknisi ponsel yang ada di Kabupaten Kuningan. Pasalnya, para teknis ponsel mendeklrasikan berdiriinya Asosiasi Teknisi Ponsel Kuningan  (ATPK).

Ketua Terpilih Agus Suro menerangkan,   terbentuknya ATPK sendiri berawal dari sebuah grup sosial whatsapp yang beranggotakan teman-teman  satu profesi di dunia ponsel. Tak butuh waktu lama, akhirnya ATPK dapat berkomitmen menjadikan Asosiasi yang nyata adanya bukan hanya di medsos.

“Dan saat ini ATPK sudah membuat atribut berupa kaos dan Id card resmi. Dan ajaibnya Id card resmi ATPK bisa digunakan oleh rekan-rekan untuk berbelanja Sparepart dan accesories dengan mendapatkan harga terjangkau di toko-toko yang telah mendukung terbentuknya ATPK,” ucap Agus yang didampingi Hendrik salah satu penggagas berdirinya APTK.

Hingga Saat ini  di Kuningan baru ada 4 toko atau perusahaan yang menyambut baik asosiasi. Mudah-mudahan ke depan dapat diperluas hingga ke berbagai toko dan perusahaan lain di Kuningan dan luar Kuningan.

Diterangkan tujuan ATPK dibentuk adalah merujuk pada konsep pembentukan ATPI (Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia) yang berskala nasional, disini ATPK mencoba membangun asosiasi dari daerah untuk menyiapkan diri menjadi wakil dari Kuningan bilamana ATPI nasional terbentuk.

“Dengan menganut kepada pancasila dan undang undang di hukum Indonesia, terutama Pancasila, sila yang kelima ” Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia”. Kita berusaha bangkit untuk membela hak bagi profesi teknisi khususnya wilayah Kuningan,” ucapnya.

Diterangkan, hak-hak profesi adalah mendapatkan pengakuan secara hukum. Lalu, mendapatkan imbalan atas hasil usaha dan mendapatkan perlindungan hukum.

Adapun visi dan misi adalah  memperjuangkan hak dan keadilan bagi seluruh teknisi secara hukum. Karena,penindasan, intimidasi kepada sesama teknis ataupun outlet seringkali ditemui.

“Dengan adanya wadah ini, semua berharap dapat meringankan beban dan dapat memecahkan segala persoalan yang berkaitan dengan hukum agar dapat juga diselesaikan secara hukum dengan adil dan transparan,” tambahnya.

Lalu, harus diakui bahwa potensi di bidang usaha teknisi ponsel dan outlet sangat besar, tapi sampai saat ini belum diakui secara layak sebagai salah-satu bentuk usaha kecil mandiri (UKM) yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi di daerah.

Padahal dari sisi keahlian teknisi ponsel Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Banyak teknisi Indonesia yang menyumbangkan beberapa solusi lewat forum-forum internet untuk para teknisi luar negeri.

Minimnya perlindungan terhadap bisnis konter dan teknisi, membuat bisnis ini menjadi ladang subur bagi para mafia dan pelaku yang berkedok pebisnis. Misalnya, penyediaan spare part yang tidak memadai menyulitkan para teknisi dan konsumen,adanya teknisi,outlet dan konsumen nakal,dan berbagai kendala serta penyimpangan lain yang merugikan teknisi ponsel, pengusaha outlet,dan konsumen.

Sementara  itu, Agus Suro (4 cell Sahira) akan dibantu  Wakil Ketua: Pepey (One Cell). Adapun hasil diskusi adalah  resmi diadakan kas dan arisan bulanan di ATPK.

Kemudian, harapan kepada pemda supaya ATPK atau para teknisi dan outlet diakui dan di apresiasi sebagai suatu profesi yang baik dan disetarakan sebagai UKM(usaha kecil menengah). Dan terakhir berupaya ATPK khususnya anggota mendapat perlindungan hukum. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com